Breaking News:

Bisnis Rotan Kalteng

Menilik Bisnis Rotan Kalteng, Rotan Kini Bukan Lagi Hasil Hutan Ikutan, Tapi Budidaya Warga

Para petani rotan di Desa Terantang, Kecamatan Seranau Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengeluhkan aturan rotan sebagai tanaman ikuta

banjarmasinpost.co.id / faturahman
Rotan milik pengepul di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Para petani rotan di Desa Terantang, Kecamatan Seranau Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengeluhkan aturan rotan sebagai tanaman ikutan.

Bagi warga Desa Terantang, Rotan, memang dulunya adalah tanaman ikutan, namun setelah banyak ditebang masyarakat, sejak turun-temurun saat ini rotan selayaknya tidak lagi dikategorikan sebagai tanaman ikutan.

Betapa tidak, rotan yang tumbuh di batang pohon dipinggiran sungai, untuk kembali bisa tumbuh dan berkembang harus dilakukan secara budidaya agar bisa tumbuh dan layak untuk dijual.

H Adul, salah satu pengusaha rotan di Desa Terantang mengatakan, aturan yang menyebutkan bahwa rotan sebagai tanaman ikutan selayaknya diganti, karena saat ini untuk bisnis rotan petani harus membudidayakannya.

Baca juga: Menilik Bisnis Rotan Kalteng, Rotan Katingan Terbaik di Dunia

Baca juga: Menilik Bisnis Rotan Kalteng, Masih Banyak Terdapat di Pinggiran Sungai

Baca juga: VIDEO Petani Rotan Kalteng Kembali Bergairah Harga Rotan Mulai Naik

Baca juga: Dongkrak Sektor Kerajinan Rotan Pengrajin di Kapuas, Ini Upaya Disdagperinkop

"Kami menanam sejak pembibitan kecil bukan langsung jadi tinggal tebang, karena saat ini rotan yang tinggal tebang sudah tidak adalagi, yang ada harus dibudidayakan dirawat sejak kecil hingga akhirnya tumbuh menjadi layak untuk dijual," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved