Breaking News:

Ramadhan 2021

Muhammadiyah Sudah Tetapkan Idul Fitri 2021, Tunggu Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H

Muhammadiyah sudah menetapkan tahun ini Idul Fitri 1442 H bertepatan dengan tanggal 13 Mei 2021. Lalu bagaimana sikap pemerintah.

Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, H Noor Fahmi saat memamtau hilal dalam rangka penentuan 1 syawal 1441 H. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Minggu (2/5/2021) menjadi hari ke-20 Ramadhan 2021. Tak lama lagi Idul Fitri 2021 akan tiba.

Muhammadiyah sudah menetapkan tahun ini Idul Fitri 1442 H bertepatan dengan tanggal 13 Mei 2021.

Lalu bagaimana sikap pemerintah. Kapan penetapan 1 Syawal 1442 H? 

Kementerian Agama ( Kemenag) bakal menggelar Sidang Isbat menentukan 1 Syawal 1442 H atau Hari Raya Idul Fitri 2021, jelang penghabisan Ramadhan 2021.

Untuk diketahui, sebelumnya Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan jadwal Idul Fitri yakni 13 Mei 2021.

Lantas, apakah jadwal lebaran Pemerintah akan sama dengan Muhammadiyah?

Baca juga: JADWAL Imsakiyah Banjarmasin 18 Ramadhan 1442 H Hingga 30 Ramadhan 2021

Baca juga: Amalan Malam Selikur Ramadhan 2021, Jemput Kemuliaan Malam Lailatul Qadar 2021

Menurut PP Muhammadiyah, 1 Syawal 1442 H jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021.

Ijtimak jelang Syawal 1442 H terjadi pada Rabu Pon, 12 Mei 2021 pukul 02.03.02 WIB.

Sehingga warga Muhammadiyah akan melaksanakan salat Tarawih terakhir pada Ramadhan 1442 H, pada Rabu, 12 Mei 2021.

Sementara pada Kamis, 13 Mei 2021 pagi hari, warga Muhammadiyah akan melaksanakan salat Idul Fitri.

Ratusan jamaah islam aboge di Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah merayakan idul fitri, Senin (25/5/2020) pagi.
Ratusan jamaah islam aboge di Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah merayakan idul fitri, Senin (25/5/2020) pagi. (KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMI)

Selain telah menetapkan kapan Lebaran 2021, PP Muhammadiyah juga telah menetapkan 1 Zulhijah 1442 H yang di dalamnya dirayakan momen Idul Adha atau hari berkurban.

Ijtimak jelang Zulhijah 1442 H terjadi pada hari Sabtu Pahing, 10 Juli 2021 pukul 08.19.35 WIB.

Artinya, 1 Zulhijah 1442 H menurut PP Muhammadiyah jatuh pada Minggu Pon, 11 Juli 2021.

Sementara hari Arafah jatuh pada Senin, 19 Juli 2021 dan Idul Adha jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021.

Berikut penetapan hasil hisab Syawal hingga Zulhijah 1442 H dari PP Muhammadiyah:

- 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis Wage, 13 Mei 2021

- 1 Zulhijah 1442 H jatuh pada hari Minggu Pon, 11 Juli 2021

- Hari Arafah (9 Zulhijah 1442 H) jatuh pada hari Senin Legi, 19 Juli 2021

- Idul Adha (10 Zulhijah 1442 H) jatuh pada hari Selasa Pahing, 20 Juli 2021

Keputusan lengkap terkait penentuan awal Ramadhan 1442 oleh PP Muhamadiyah dapat Anda di sini.

Baca juga: Inilah Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar Ramadhan 2021, Begini Kata Ustadz Abdul Somad

Jadwal Lebaran 2021 Menurut Pemerintah

Dalam penentuan awal 1 Syawal 2021 H oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama ( Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat ( penetapan).

Sidang isbat dilakukan sehari atau mendekati akhir puasa Ramadhan.

Belum diketahui secara persis, kapan Kemenag akan menggelar Sidang Isbat lebaran 2021/1 Syawal 2021 H.

Merujuk pada sidang isbat 1 Ramadhan 1442 H minggu lalu, sidang dilakukan secara daring dan luring di kantor Kemenag dengan menerapkan protokol kesehatan," ucapnya.

Biasanya, sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal awal Ramadan dan pelaksanaHan Rukyatul Hilal.

Sidang Isbat juga akan melibatkan Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementerian Agama, Dubes negara sahabat, perwakilan ormas, LAPAN, BMKG, dan undangan lainnya.

Sidang dipimpin oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan dihadiri pimpinan MUI dan Komisi VIII DPR RI.

Sidang isbat juga disiarkan oleh stasiun TV serta media sosial Kemenag.

Baca juga: Sudah 17 Ramadhan 2021, Ini Amalan 10 Hari Kedua Ramadhan 1442 H

Pun dengan hasil sidang isbat yang disampaikan Menteri Agama serta disiarkan di televisi dan media sosial Kemenag.

Masih merujuk pada sidang isbat Ramadhan kemarin, sidang dibagi menjadi tiga tahap.

Pertama, pemaparan posisi hilal oleh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag dan disiarkan langsung.

Tahap kedua, sidang isbat awal Ramadan yang akan digelar setelah Salat Magrib dan digelar secara tertutup.

Tahap ketiga, konferensi pers hasil sidang oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Menag Larang Kegiatan Takbir Keliling Sambut Idul Fitri

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, pemerintah melarang takbir keliling menyambut hari raya Idul Fitri 2021.

Kegiatan takbiran menurut pria yang karib disapa Gus Yaqut dilakukan di masjid, tanpa harus berkeliling.

"Takbir keliling kita tidak perkenankan, silakan takbir dilakukan di dalam masjid atau musala."

Baca juga: Jelang 10 Hari Terakhir Ramadhan 2021, Inilah Amalan yang Dilakukan Nabi Muhammad SAW

"Supaya sekali lagi menjaga kita semua dari penularan Covid- 19" kata Gus Yaqut setelah rapat terbatas dengan Presiden, Senin, 19 April 2021.

Kegiatan takbiran di masjid, lanjut Gus Yaqut, harus mematuhi protokol kesehatan yakni 50 persen dari kapasitas masjid atau musala.

Menurut Menag, pelarangan takbir keliling untuk mencegah penularan Covid-19.

Kegiatan takbir keliling dapat memicu timbulnya kerumunan yang dapat meningkatkan resiko penularan virus Corona atau SARS-CoV-2.

"Kita tahu malam takbir ini ketika dilakukan secara yang ada di beberapa daerah seperti berkeliling akan berpotensi menimbulkan kerumunan dan ini membuka peluang menularkan Covid-19."

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel H Noor Fahmi (tengah) saat memantau hilal 1 Ramadhan 1442 H, Senin (12/4/2021).
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel H Noor Fahmi (tengah) saat memantau hilal 1 Ramadhan 1442 H, Senin (12/4/2021). (banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi)

"Oleh sebab itu kami juga memberikan pembatasan pada kegiatan takbir," katanya.

Pemerintah, kata Menag, terus berupaya untuk mencegah melonjaknya kasus Covid-19 dengan tidak membatasi kegiatan masyarakat untuk beribadah.

Oleh karena itu, ibadah-ibadah sunah seperti tarawih dan itikaf di masjid tetap diperbolehkan dengan pembatasan kapasitas.

"Itu pun hanya bisa dilakukan di zona hijau dan kuning. Untuk di zona merah atau oranye tidak ada pelonggaran, kita tidak akan memberikan pelonggaran," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunpontianak.com dengan kapan-lebaran-2021-hasil-sidang-isbat-idul-fitri-1-syawal-1442-h-menurut-muhammadiyah-13-mei-2021

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved