Breaking News:

Berita Sampit

Penumpang Kapal Laut dari Jawa ke Sampit Turun Drastis, Dampak Wajib Pakai Suket Negatif PCR

Surat edaran Gubernur Kalimantan Tengah, Gubernur Kalimantan Tengah yang mewajibkan semua moda transportasi angkutan penumpang yang masuk Kalteng

banjarmasinpost.co.id / faturahman
Kapal Kirana dan penumpangnya yang datang dari Semarang saat tiba di Pelabuhan Sampit. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Surat edaran Gubernur Kalimantan Tengah, Gubernur Kalimantan Tengah yang mewajibkan semua moda transportasi angkutan penumpang yang masuk Kalteng wajib pakai surat keterangan sehat Negatif Tes PCR Swab membuat penumpang kapal laut yang sandar di Pelabuhan Sampit sepi.

Penumpang yang datang dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang maupun Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjadi sedikit yang masuk ke Sampit dalam sepekan ini karena adanya kewajiban menggunakan Suket Negatif Covid-19 pemeriksaan PCR Swab.

Pantauan kedatangan Kapal jenis roro dan Kapal PT Pelni yang tiba di Sampit penumpang yang datang hanya sedikit, bahkan terakhir kedatangan Kapal Dharma Lautan Kencana KM Kirana yang sandar di Pelabuhan Sampit , Sabtu (1/5/2021) jumlah penumpang yang datang cuma 4 orang saja.

"Ya, penumpang yang datang sedikit sabtu kemarin cuma empat penumpang, sebelumnya ada 13 orang yang datang dari Pulau Jawa, biasanya mencapai ratusan orang, semakin dekat lebaran, jumlah penumpang yang datang naik kapal ke Sampit, makin berkurang," ujar Rosana salah satu Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pelabuhan Sampit, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: VIDEO Frekuensi Penumpang Kapal Laut dari Pelabuhan Sampit ke Tanjung Perak Surabaya Alami Kenaikan

Baca juga: Naik, Frekwensi Keberangkatan Lewat Kapal Laut ke Jawa dari Pelabuhan Sampit

Baca juga: Penumpang Kapal Laut dan Pesawat di Kalteng Naik Selama Bulan November 2020

Baca juga: Jelang Pergantian Tahun 2021, Penumpang Kapal Laut Menurun 50 Persen

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Siagano, mengatakan, pihaknya menyesuaikan dengan surat edaran Gubernur Kalteng, semua penumpang kapal laut dan pesawat masuk Kalteng wajib pakai surat keterangan sehat PCR Swab.

"Kami menegakkan aturan dari Surat Edaran Bapak Gubernur Kalteng yang mewajibkan semua penumpang Kapal Laut dan Pesawat Udara yang masuk ke Kalteng wajib Pakai Surat Keterangan Negatif Hasil Tes PCR Swab," ujarnya.

Sementara itu, beberapa penumpang kapal laut yang dibincangi mengaku sangat berat untuk membayar biaya pemeriksaan PCR Swab karena harganya mencapai Rp850 ribu hingga Rp1 juta sekali periksa."Harga tiket kapal cuma Rp200 ribuan saja, begitu berat ingin pulang kampung saat ini," ujar Halim salah satu penumpang. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved