Breaking News:

Berita Kapuas

Polda Kalteng Bangun Pos Penyekatan Arus Mudik di Terminal Banama Kapuas

Polda Kalimantan Tengah, membangun pos penyekatan untuk mendukung larangan arus mudik di Kapuas sebagai daerah perbatasan Kalimantan Tengah

Foto Humas Polda Kalteng
Pos penyekatan arus mudik lebaran dibangun di Perbatasan Kapuas kabupaten di Kalteng yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Barito Kuala, Kalsel. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, KAPUAS- Polda Kalimantan Tengah, membangun pos penyekatan untuk mendukung larangan arus mudik di Kapuas sebagai daerah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang selama ini banyak dilalui kendaraan darat dari Kalteng ke Kalsel atau sebaliknya.

Sejumlah pos penjagaan Minggu (2/5/2021) sudah terbangun di kabupaten perbatasan dengan Kalsel tersebut, tinggal pelaksanaanya yang akan dilakukan dalam waktu dekat sehingga semua kendaraan angkutan penumpang umum dilarang masuk Kalteng, kecuali dengan syarat tertentu.

Bersama Polsek Kapuas Timur, personil Brimob Polda Kalteng memperketat Keamanan penyekatan arus mudik di Kapuas tersebut dan akan dilaksanakan mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 mendatang. Salah satu titik pos penyekatan berada di Terminal Banama Kabupaten Kapuas.

Gabungan tiga personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor, Polsek Kapuas Timur, Kodim 1011 Kuala Kapuas, Satpol PP dan Dinas Perhubungan me laksanakan pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kapuas Timur Iptu Eko, sejak jum’at (30/4/2021) siang kemarin.

Baca juga: Bakal Ada Penyekatan Arus Mudik Lebaran di Wilayah Kabupaten Banjar

Baca juga: Siapkan 6 Pos Penyekatan Mudik, Kapolda Kalsel Pastikan Utamakan Pendekatan Humanis

Baca juga: Dirlantas Polda Kalsel Pertimbangkan Rencana Penyekatan Mudik Antar Kabupaten Kota

Komandan Satuan Brimob Polda Kalteng Kombes Pol Bambang Widjanarko Baiin, mengatakan, nantinya tidak ada warga di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dan sekitarnya yang melakukan pergerakkan perpindahan dari suatu daerah ke daerah lainnya secara masif atau mudik jelang lebaran mendatang dan sebaliknya.

Dia menegaskan, mudik lebaran sangat berpotensi untuk penularan atau penyebaran Covid-19 sehingga dilakukan penyekatan untuk mencegah penyebaran tersebut." Mudik lebaran berpotensi membuat klaster baru atau meningkatkan penyebaran virus corona alias Covid-19, sehingga dilarang mudik," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved