Breaking News:

Festival Selikur Banjarbaru 2021

Wisata Kalsel, Lingkungan di Banjarbaru Berhias Tanglong dan Lampion

Peserta Festival Malam Selikur Kota Banjabaru tak lagi kumpul di Lapangan Murjani, tapi hanya pasang tanglong dan lampiong di kampung masing-masing.

BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Tanglong dan lampion menghias bantaran Sungai Kemuning, Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/5/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Semarak malam salikur di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tahun ini, kembali diadakan.

Namun konsepnya jauh berbeda. Tidak seperti tahun tahun sebelumnya, pada Festival Tanglong, lampu hias dibawa berkumpul di Lapangan Murjani.

Sedangkan kali ini, Tanglong dan Lampion dipasang di lingkungan warga atau kampung masing-masing.

Dewan juri, nantinya berkeliling ke kampung-kampung yang sudah mendaftar melalui panitia.

Baca juga: Wisata Kalsel, Festival Malam Salikur di Kota Banjarbaru

Menurut Kabag Humas Pemko Banjarbaru, Dedy Sutoyo, Festival Selikur Banjarbaru 2021 adalah menghias lingkungan atau kampung dengan Tanglong dan Lampion.

“Tentu saja, berkenaan dengan masa pandemi Covid-19, teknis pelaksanaan berbeda dari lomba tanglong dulu. Kalau sekarang, tanglong dan lampion hanya dihias di lingkungan atau kampung masing-masing,” ujar Dedy Sutoyo.

Persyaratan Festival Selikur Banjarbaru 2021, menghias kampung dengan Tanglong dan Lampion di wilayah RT masing-masing selama 10 hari. Di mulainya, malam 21 Ramadhan hingga malam Idul Fitri.

“Peserta wajib ada ornamen utama tanglong, selebihnya ornamen tambahan berupa lampion di areal lingkumngan atau kampung masing-masing. Tema tanglong dan lampion adalah agamis,” jelas Dedy Sutoyo.

Baca juga: Selama Lebaran, Pengunjung Wisata Banjarbaru Akan Diswab Antigen Acak

Baca juga: Kejaksaaan Akan Bertemu BPK RI untuk Ekspose Dugaan Kasus Korupsi KONI Kota Banjarbaru

Dari seluruh ornamen Tanglong maupun Lampion yang dibuat, wajib menampilkan minimal satu logo Hari Jadi ke-22 Kota Banjarbaru.

Syarat berikutnya, tidak boleh menampilkan Tanglong berbentuk manusia, bahan harus tahan air dan awet hingga hari terakhir kegiatan.

Masing-masing RT yang ikut menjadi peserta menghidupkan 10 malam terkahir Ramadhan berupa itikaf, boleh diisi kegiatan tadarus, selawat, bagarakan sahur atau sahur bersama. Namun, tetap diingatkan patuhi dan terapkan protokol kesehatan.

Lampion menghias bantaran Sungai Kemuning, Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/5/2021).
Lampion menghias bantaran Sungai Kemuning, Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/5/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA)

Peserta Tanglong dan Lampion harus mendokumentasikan lingkungan RT dalam bentuk 15 foto.

Misalnya, foto kebersamaan, keliling Tanglong utama, suasana kampung, kegiatan malam salikur, penampilan logo Hari Jadi ke-22. 

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved