Breaking News:

Bumi Tuntung Pandang

Blusukan ke Desa, Waket TP PKK Tala Ingatkan Dampak Pernikahan Usia Dini

Waket I TP PKK Tala Yati Oktaviana Abdi Rahman blusukan ke desa dan turut mengingatkan dampak pernikahan dini

Diskominfo Tanahlaut
PENYULUHAN - Waket I TP PKK Tala Yati Oktaviana Abdi Rahman menyampaikan penyuluhan tentang dampak pernikahan usia dini kepada kalangan remaja di Desa Asri Mulya, Jumat (30/4/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pernikahan usia dini menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Beberapa pekan lalu Bupati Tala HM Sukamta bersama Kepala Kementerian Agama Tala HM Rusdi Hilmi telah menandatangani kerjasama dalam hal pencegahan pernikahan usia dini.

Hal itu juga turut menjadi perhatian Tim Penggerak PKK Tala. Bahkan saat blusukan ke perdesaan, mereka turut menyampaikan penyuluhan tentang dampak pernikahan usia dini tersebut.

Seperti saat Waket I TP PKK Tala Yati Oktaviana Abdi Rahman berada di Desa Asri Mulya, Kecamatan Jorong, Jumat (30/5/2021) kemarin, pada acara Manunggal Tuntung Pandang.

Bertempat di ruang kelas TPA Nurul Huda Desa Asri Mulya, Yati memaparkan tentang dampak negatif ketika seseorang yang masih belum cukup umur menikah.

Kegiatan itu diikuti beberapa remaja. Semuanya antusias menyimak paparan dan wejangan yang disampaikan oleh istri Wabup Tala tersebut.

Yati yang telah puluhan tahun terjun dalam dunia kebidanan itu senang para peserta cukup antusias. Hal itu terindikasi dari banyaknya peserta yang aktif bertanya.

Ia berharap semua materi yang diberikan dapat dipahami dan bisa mengurangi pernikahan di bawah umur di wilayah Desa Asri Mulya.

"Kita juga bahas kesehatan reproduksi pada anak yang menikah usia dini. Semoga tidak ada lagi pernikahan anak usia dini," tuturnya.

PENYULUHAN - Waket I TP PKK Tala Yati Oktaviana Abdi Rahman menyampaikan penyuluhan tentang dampak pernikahan usia dini kepada kalangan remaja di Desa Asri Mulya, Jumat (30/4/2021).
PENYULUHAN - Waket I TP PKK Tala Yati Oktaviana Abdi Rahman menyampaikan penyuluhan tentang dampak pernikahan usia dini kepada kalangan remaja di Desa Asri Mulya, Jumat (30/4/2021). (Diskominfo Tanahlaut)

Salah satu peserta, Yuniar Patrasari, mengaku turut merasakan manfaat kehadiran sosialisasi dampak pernikahan di bawah umur. 

"Saya jadi tahu bahwa anak di bawah usia 17 itu belum siap menikah, belum matang untuk mengurus anak atau berumah tangga," ujarnya

Mahasiswa semester dua perguruan tinggi negeri ini di Banjarmasin ini menyebut kelas sosialisasi itu membuatnya bisa lebih mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan berumah tangga nantinya.

"Rencananya mau lebih mematangkan diri saja, menurunkan ego ketika melihat teman di usia segini sudah pada nikah, karena rumah tangga itu tidak gampang," ucapnya. (AOL)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved