Berita Banjarbaru

Kadisdik Banjarbaru Sebut 24 Guru SMPN 4 Gagal Divaksin, PTM Dijadwalkan Juli 2021

Kadisdik Banjarbaru targetkan semua guru yang belum vaksin Covid-19 akan dituntaskan sebelum penerapan Pembelajaran Tatap Muka pada Juli 2021.

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.co.id/aprianto
M Aswan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berusaha mempercepat pemberian vaksin Covid-19 untuk ribuan tenaga pengajar.

Percepatan penyuntikan vaksin ini dilakukan untuk persiapan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM)

Kepala Dinas Pendidikan Banjarbaru, Muhammad Aswan, Senin (3/5/2021), mengatakan, berdasarkan surat  keputusan bersama (SKB) yang baru yang baru itu itu kita akan melakukan pembelajaran tatap muka di tahun ajaran paling lambat.

"Artinya, Juli 2021, PTM mungkin akan sudah dilakukan di Kota Banjarbaru," kata Aswan.

Baca juga: Sidak Wali Kota, Manajemen RSD Idaman Banjarbaru Akui Lalai

Baca juga: Sidak Tengah Malam RSD Idaman Banjarbaru, Wali Kota Geram Temukan Alkes Menumpuk di Lobi

Namun acuan utama PTM adalah pendidikan atau civitas akademik harus mendapatkan vaksin sebanyak 2 kali.

"Sejak 20 April lalu, kami sudah melakukan vaksinasi awalnya hanya mendapat kuota 80 yang diperuntukkan untuk kepala sekolah kini mendapat kuota tambahan sebesar 1.600 vial," ujar dia.

Sementara untuk guru-guru yang divaksinasi merupakan guru percontohan atau piloting yang akan menggelar PTM Juli nanti.

Namun di lapangan kendala dihadapi, tidak semua guru yang sekolahnya masuk dalam piloting bisa mendapat vaksinasi.

"Contoh seperti di di sekolah SMP 4 Landasan Ulin. Dari 71 guru yang akan divaksin, 24 diantaranya tidak bisa ikut karena komorbid atau ada penyakit penyerta," sebut Kadisdik.

Baca juga: Heboh Dikira Kerangka Balita di Dalam Sumur di Banjarbaru, Saat Dievakuasi Ternyata Faktanya Ini

Baca juga: Wisata Kalsel, Warga Banjarbaru Tak Sabar Ingin Lihat Keindahan Lampion Saat Malam

Di sekolah piloting lainnya, juga demikian. Tidak semua guru yang bisa divaksin. Bahkan ada yang gagal lulus pemeriksaan, tinggi darah atau baru saja sembuh dari Covid-19 dan lain sebagainya.

"Tentu ini akan menghambat. Sebab, acuannya, semua guru harus mendapatkan vaksin," ujar dia.

Sementara itu, berdasarkan data yang baru saja masuk di Dinas Pendidikan Banjarbaru, dari 10 puskesmas hanya tiga puskesmas yang yang memberikan data guru yang sudah divaksin.

Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kembali melaksanakan vaksinasi di Rumah Sakit Daerah Idaman, Rabu (21/4/2021).
ILUSTRASI - Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kembali melaksanakan vaksinasi di Rumah Sakit Daerah Idaman, Rabu (21/4/2021). (HUMPRO SETDAKO BANJARBARU)

Masing-masing, Puskesmas Guntung Manggis, Puskesmas Sungai Ulin dan Puskesmas Cempaka.

Direkap dari 3 puskesmas itu, baru 400 guru yang sudah divaksin. Sedangkan sisanya masih belum ada data yang masuk.

Jumlah sekolah piloting sendiri Taman kanak-kanak sekitar 50, kemudian sebanyak 30 Sekolah Dasar dan sebanyak 40 SMP. "Dengan total keseluruhan jumlah guru piloting sebanyak 1.800 orang," lanjut dia.

Sebab itu Aswan berharap, 200 orang yang belum vaksin bagi guru piloting, untuk bisa ditambahkan oleh Dinas Kesehatan Banjarbaru.

(Banjarmasinpost.co.id/Khairil Rahim)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved