Breaking News:

Wabah Corona

Kasus Harian Covid-19 Mencapai 400.000, Amerika Serukan India Lakukan Lockdown Nasional

India diminta menerapkan lockdown nasional selama 15 hari, setelah kasus harian Covid-19 mencapai 400.000 orang.

Editor: M.Risman Noor
antara
Kremasi masal korban tewas akibat terinfeksi virus corona (COVID-19), terlihat di sebuah lapangan krematorium di New Delhi, India. Gambar diambil menggunakan drone. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Semakin parah. Kasus Covid-19 di India tak juga menunjukkan penurunan. Bahkan cenderung lebih parah.

Pertambahan kasus masih sangat tinggi dan dalam tahap mengkhawatirkan.

Bahkan India diminta menerapkan lockdown nasional selama 15 hari, setelah kasus harian Covid-19 mencapai 400.000 orang.

Pada Sabtu (1/5/2021), kementerian kesehatan setempat merinci adanya 401.993 orang yang terpapar virus corona.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: 45 Pasien Sembuh, Penambahan Positif 34 Kasus

Baca juga: Waspada, Covid-19 B1351 Asal Afrika Selatan Sudah Masuk Indonesia, Kemenkes: Kini Ada di Bali

Rekor kasus harian di dunia itu diperburuk dengan catatan 392.448 pada Jumat (30/4/2021), dan 3.689 korban meninggal.

Seorang suami dikabarkan harus menggendong mayat istrinya yang meninggal karena Covid-19, sejauh 2 mil (3,2 km) di India.
Seorang suami dikabarkan harus menggendong mayat istrinya yang meninggal karena Covid-19, sejauh 2 mil (3,2 km) di India. (Istimewa)

Secara keseluruhan, kematian karena Covid-19 di India mencapai 215.542.

Namun, pakar yakin jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi. Apalagi, beredar gambar maupun video antrean jenazah di jalanan, membuat krematorium bekerja siang dan malam membakar mereka.

Pakar menyatakan, dengan prediksi mereka semakin mendekati puncak wabah, pemandangan paling buruk bisa saja mereka saksikan.

Dr Ranjeev Ranjan, ketua penasihat Institut Sains Medis All Indian menuturkan, kini pemerintah haru mempertimbangkan lockdown nasional.

Dia menerangkan karantina wilayah bisa memutus transmisi, dan membuat pemerintah bergerak cepat mengarasi kelangkaan oksigen dan vaksin.

Baca juga: Orang Terkaya di India Kabur ke Kota Terpencil, Tsunami Covid-19 Hantam New Delhi dan Mumbai

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved