Breaking News:

Berita Cetak

Menahan Diri Tak Berwisata

Pemprov Kalsel memperbolehkan objek wisata lokal buka selama libur Lebaran. Ini menjadi potensi terjadinya penularan covid-19

BANJARMASINPOST.CO.ID/KRISTIN JULI SAPUTRI
Ilustrasi-Pulau kecil indah di tempat wisata wisata Amanah Borneo Park, Jalan Taruna Bhakti, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemprov Kalsel memperbolehkan objek wisata lokal di provinsi ini buka selama libur Lebaran. Tentunya, kebijakan ini akan disambut gembira oleh masyarakat yang masih dalam suasana libur Lebaran.

Para pengelola tempat wisata pun mulai mendapatkan angin segar karena selama dua tahun terakhir dibatasi ruang geraknya.

Dampak ikutan lainnya, tentu perekonomian masyarakat sekitar akan menggeliat dengan boleh dibukanya tempat wisata. Seperti Wisata Alam Pagat, satu-satunya objek wisata yang masih eksis dikelola pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Objek wisata ini bisa dikunjungi kembali setelah sempat mengalami kerusakan akibat banjir bandang.

Wisata ini pada pada hari kedua libur lebaran 2021 sudah buka dan melayani pengunjung. Tentunya dengan protokol kesehatan yang wajib ditaati.

Wisata lokal di kabupaten kota di Kalsel lainnya pun akan berlomba lomba menyiapkan pelayanan liburan lebaran meski ada pembatasan pengunjung.

Dengan dibukanya tempat wisata-wisata lokal di Kalsel ini bisa dipastikan warga akan berbondong-bondong berlibur yang berpotensi melanggar protokol kesehatan.

Jika semua semua wisata lokal dibuka seperti Pasar Terapung (Banjarmasin), Taman Wisata Pulau Kembang, Bukit Rimpi Pelaihari, Taman Labirin Pelaihari, pantai-pantai di Kalsel,  Bukit Matang Kaladan, Taman Siring Sungai Martapura, Taman Maskot hingga  Museum Wasaka akan menjadi titik konsentrasi massa.

Lokasi-lokasi ini jelas perlu mendapatkan perhatian khusus petugas. Khusus area Kota Banjarbaru, Martapura (Kabupaten Banjar) dan Kota Banjarmasin sendiri tidak ada penyekatan mudik yang dilakukan karena merupakan wilayah arus perkotaan yang diperbolehkan atau aglomerasi.

Secara lugas, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal belum lama ini menyatakan objek wisata lokal di Kalimantan Selatan diperbolehkan selama libur lebaran nanti asalkan mematuhi protokol kesehatan. Namun jika terbukti melanggar maka petugas bertindak tegas melakukan penutupan.

Dalam kebijakan diperbolehkannya tempat wisata ini, pengelola wisata wajib mematuhi kapasitas maksimal 50 persen dan pengunjung semuanya menggunakan masker agar tetap aman dari penyebaran Covid-19.

Selama liburan Idulfitri ini, petugas akan melakukan pengawasan di setiap obyek wisata baik yang konsepnya tertutup maupun terbuka.

Pemprov Kalsel dan Polda Kalsel pun sudah melakukan pengawasan juga penutupan jika ada pengelola tempat wisata yang melanggar. Kebijakan serupa bagi pengelola perhotelan yang biasanya menggelar acara selama libur lebaran.

Saat pandemi Covid-19 ini, meski ada kebijakan selama liburan tempat wisata lokal dibuka, namun upaya mengurangi penyebaran Covid-19 tetap kembali ke masyarakat itu sendiri. Warga tak perlu buru-buru pergi lokasi tempat wisata selama libur lebaran karena animo masyarakat ke lokasi tersebut justru sangat tinggi.

Menahan diri untuk tetap di rumah dan santai bersama keluarga justru menjadi pilihan aman dari pada pergi ke lokasi tempat wisata di musim lebaran ini. (*)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved