Breaking News:

Sate Maut di Bantul

Racun di Sate Dibeli Secara Online, Tersangka NA Terancam Hukuman Pidana Mati

Perempuan berinisal NA (25) yang kini ditahan di Polres Bantul. Tersangka telah merencakan perbuatan tersebut dan membeli racun sejak 3 bulan lalu.

KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
Wanita tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021) 

Menurut dia, bungkus sate tersebut sangat spesifik dan dapat menunjukkan tempat dimana sate tersebut dibeli.

"Dari bungkusnya kami bisa tahu belinya dimana. Kemudian bungkus lontongnya juga berbeda, seperti lopis. Jadi kami tahu belinya dimana. Kemudian kami telusuri,"bebernya.

Selain dari bungkus, jaket tersangka juga menjadi kunci penangkapan tersangka. Namun sayangnya jaket berwarna krem tersebut telah dibuang di tempat sampah.

Baca juga: Paket Sate Maut Beracun di Bantul Ternyata Ditujukan untuk Polisi, Aiptu Tomi Tolak Paket Takjil

Meski tidak berhasil menemukan jaket yang dikenakan tersangka, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Barang bukti yang diamankan antara lain dua buah motor, helm berwarna merah, sandal jepit, enam tusuk sate, lontong yang sudah bercampur sambal kacang, agar-agar, resoles, pastel, mata kebo, kue pisang, dan uang Rp30.000.

"Kami belum bisa menemukan sianida yang digunakan untuk meracuni makanan,"ujarnya.

Tersangka dijerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

Sebelumnya diberitakan seorang bocah bernama Naba Faiz Prasetya (10) meninggal dunia setelah menyantap sate yang dibawa oleh Bandiman, ayahnya, Minggu (25/04/2021).

Sate yang dibawa Bandiman tersebut pemberian sosok perempuan misterius yang memesan jasa pengiriman secara offline.

Perempuan misterius tersebut meminta Bandiman mengirimkan makanan ke Bangunjiwo, Kasihan, Bantul kepada seseorang bernama Tomy. Namun saat sampai di lokasi, Tomy sedang berada di luar kota. Tomy juga tidak mengenal pengirim dan merasa tidak memesan makanan.

polisi-berpangkat-aiptu-polresta-yogyakarta-target-sate-racun
polisi-berpangkat-aiptu-polresta-yogyakarta-target-sate-racun (google)

Kemudian makanan tersebut diberikan kepada Bandiman. Sesampainya di rumah, Bandiman dan keluarganya menyantap sate tersebut saat berbuka puasa. Namun sayangnya sate tersebut mengandung racun dan akhirnya merenggut nyawa putra sulungnya, Naba.

Artikel sudah tayang di tribunjogja.com dengan judul pengirim-paket-sate-maut-beli-sianida-seberat-250-gram-di-e-commerce

Editor: M.Risman Noor
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved