Breaking News:

Berita Banjarmasin

 Terjaring Razia Knalpot Brong, 31 Pemilik Motor Bawa Knalpot Standar ke Polresta Banjarmasin

Sebanyak 31 pengendara di Banjarmasin terjaring razia knalpot brong. Mereka wajib membawa knalpot standar untuk mendapatkan kembali motornya

banjarmasinpost.co.id/noor masrida
31 pemilik motor terjaring Razia Knalpot Brong wajib membawa knalpot standar untuk mendapatkan kembali motornya, Senin (3/5/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menindak lanjuti keluhan dan laporan masyarakat, Satlantas Polresta Banjarmasin mengambil tindakan tegas pada pemilik kendaraan roda dua yang dipasangi knalpot bising atau knalpot brong.

Senin (3/5/2021) pagi, nampak sejumlah pemuda mendatangi Mapolresta Banjarmasin.

Masing-masing dari mereka membawa knalpot standar yang merupakan 'syarat' supaya bisa mengambil kembali motor yang disita.

Setelah sebelumnya, puluhan kendaraan roda dua yang dipasangi knalpot brong atau knalpot bising terjaring razia dari sejumlah titik saat petugas melakukan hunting, Sabtu (1/5/2021) malam.

Baca juga: Razia Petasan dan Knalpot Nyaring, Anggota Polres HST Juga Bubarkan Kerumunan Remaja

Baca juga: Sita dan Musnahkan Ratusan Knalpot Bising, Kapolres Kotabaru Sebut Efektif Tekan Balapan Liar

Baca juga: VIDEO 20 Knalpot Brong Sitaan Satlantas Polres Tabalong Digerinda

"Ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat, yang pada malam hari ketika beribadah, tiba-tiba ada motor melintas dengan suara yang nyaring, jelas ini mengganggu," ucap Kasat Lantas Kompol Gustaf Adolf Mamuaya.

"Bekerja sama dengan sejumlah polsek, kami menjaring sekitar 31 unit motor yang dipasangi knalpot bising," ujar kasat.

Caranya adalah dengan mengadakan penyekatan di sejumlah titik yang kemudian dikumpulkan di Pos Polisi Jalan Sudirman.

Masih menurut Kasat Lantas, hal ini berbeda dengan razia balapan liar menimbang dari resiko yang bisa saja ditimbulkan baik pada si pengendara maupun pada anggota.

Bagi pemilik roda dua yang terjaring, untuk mendapatkan kembali motornya diharuskan mengganti knalpot brong dengan knalpot standar.

"Pemilik kami minta bawa knalpot standar ganti sendiri disini dan kita tukar dengan STNK baru supaya bisa dibawa pulang, kami juga bikinkan berita acara untuk dilakukan penyitaan Knalpot Brong," sambungnya.

Kegiatan ini, kata Kasat akan terus berlanjut, dengan harapan ke depan para pengendara sepeda motor dapat menggunakan knalpot yang sewajarnya atau knalpot standar.

Sementara itu, dari pantauan lapangan, salah satu pemuda bernama Regi, terpaksa mengganti knalpot brong dengan knalpot standar.

Baca juga: Anggota DPRD Jeneponto Tumbang Dibacok Warga di Kepala, Bermula Knalpot Bising

"Mau tak mau harus ganti, supaya motornya bisa kembali," ujar Regi sambil terus mengoprek bagian knalpot motornya.

Sebagai informasi, menggunakan knalpot brong atau bising , dalam amanat di pasal 18 ayat (1) Undang-Undang No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta asa di pasal 285 ayat (1) Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas berupa pengenaan sanksi pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp. 250 ribu pengenaan tilang.

(Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida)

Penulis: Noor Masrida
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved