Breaking News:

Kapal Selam Hilang Kontak

KRI Nanggala-402 Sulit Diangkat ke Permukaan, TNI AL : Perlu Robot

TNI Angkatan Laut (AL) mengakui cukup kesulitan untuk bisa mengangkat badan kapal selam KRI Nanggala-402.

KOMPAS/DWI BAYU RADIUS
Kapal selam KRI Nanggala-402 bertolak dari Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Banten, Sabtu (6/9/2014). Kegiatan itu bagian dari penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana kepada Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Upaya mengangkat kapal selam KRI Nanggala-402 ke permukaan masih belum bisa dilakukan.

Berbagai upaya coba dilakukan untuk mengangkat badan kapal selam yang diperkirakan sudah pecah menjadi tiga bagian.

Berada di kedalaman 838 meter menjadi salah satu kendala utama cukup sulit melakukan evakuasi kapal selam buatan Jerman tersebut.

TNI AL mengakui cukup sulit melakukan pengangkatan KRI Nanggala-402. Satu upaya mengupayakan memasang pengait oleh penyelam atau robot.

Baca juga: Bansos PKH dan BPNT Dirapel Mei Juni, Klik https://cekbansos.kemensos.go.id

Baca juga: Kapan Libur Lebaran 2021? Lihat Daftar Hari Libur Nasional Mei 2021 Berikut Ini

TNI Angkatan Laut (AL) mengakui cukup kesulitan untuk bisa mengangkat badan kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan utara Bali beberapa waktu lalu.

Kapal selam KRI Nanggala-402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu.
Kapal selam KRI Nanggala-402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu. ((CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO))

"Untuk mengangkat memang agak sulit," ujar Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) KSAL Laksamana Muda TNI Muhammad Ali dalam konferensi pers di RS AL Mintoharjo Jakarta Pusat, Selasa (4/5/2021).

Ali menjelaskan, upaya pengangkatan badan KRI Nanggala-402 di dasar laut diperlukan sebuah pengait. Hanya saja, pengait tersebut agar bisa menempel ke badan Nanggala membutuhkan tangan seorang penyelam atau robot.

"Kalau penyelam dia harus pake baju khusus yang bisa sampai kedalaman segitu. Nah ini agak sulit, mungkin akan dibantu robot untuk memasang itu," kata Ali.

Ali menuturkan hingga kini tim SAR baru bisa mengangkat komponen atau bagian kecil dari KRI Nanggala-402. Ia memastikan bahwa tim SAR terus berupaya agar badan KRI Nanggala-402 bisa diangkat ke permukaan.

Baca juga: Nasib Artis Terkenal yang Viral Usai Nikahi Guru Geografi, Kini Banyak Bikin Iri

"Sampai saat ini mungkin hanya bagian-bagian kecil saja yang bisa diangkat. Namun untuk bagian besar belum. Tapi akan kita update lagi terakhir seperti apa. Apakah sudah bisa, namun upaya ini terus kita lakukan," imbuh dia.

Dalam evakuasi KRI Nanggala-402, tim SAR telah mendapat tambahan kekuatan dengan kehadiran dua kapal salvage milik Angkatan Laut China atau People Liberation Army Navy (PLA Navy) yaitu PRC Navy Ship Ocean Tug Nantuo-195 dan PRC Navy Ocean Salvage and Rescue Yong Xing Dao-863.

Kedua kapal ini sudah tiba di Perairan Bali sejak Minggu (2/5/2021). Selain itu, PLA Navy juga mengirimkan satu salvage lainnya yakni Scientific Salvage Tan Suo 2 yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju Indonesia.

Diketahui, peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala-402 menewaskan 53 kru kapal di perairan utara Bali beberapa waktu lalu.

Hingga kini, petugas SAR masih berupaya mengangkat bangkai kapal yang tenggelam di kedalam 838 meter. Pihak TNI AL sempat mengibarkan bendera setengah tiang atas peristiwa tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TNI AL Akui Cukup Sulit Angkat Badan KRI Nanggala-402 ke Permukaan",

Editor: M.Risman Noor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved