Breaking News:

Sosok Tokoh Banua

Aberani Pejuang Geriliya, Pendiri Gerpindom dan Pejuang Kemerdekaan Asal Kalsel

Cukup banyak pejuang asal Kalimantan Selatan yang terlibat mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang ingin menjajah kembali Bumi Lambung Mangkurat.

Foto istimewa
Aberani. pejuang asal Kalimantan Selatan yang terlibat mempertahankan kemerdekaan dari Belanda 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Cukup banyak pejuang asal Kalimantan Selatan yang terlibat mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang ingin menjajah kembali Bumi Lambung Mangkurat.

Salah satunya tokoh Banua bernama Aberani Sulaiman, pejuang gerilya pada masa revolusi fisik di Kalimantan Selatan, 1945-1949.

Mengutif bubuhanbanjar.wordpress.com dan sejarahkalsel, Aberani lahir di Rangas Birayang, 3 Agustus 1925. Kiprahnya dalam perjuangan bersenjata dimulai ketika bersama Abdul Rahman Karim dan Anwarudin membentuk Gerpindom (Gerakan Pemuda Indonesia Merdeka) di Birayang pada tanggal 10 Oktober 1945.

Bulan Mei 1947 bertepatan dengan 17 Ramadhan, Aberani bersama pejuang lainnya untuk pertama kalinya menyerang pasukan Belanda di Hambawang Pulasan, Batu Mandi.

Setelah peristiwa Hambawang Pulasan, Abrani dan pasukannya memimpin perjalanan menuju Kalimantan Tenggara, Kotabaru menembus pegunungan Meratus dengan tugas antara lain mencari senjata dan penghubung.

Baca juga: Kritikan Tajam, Wartawan Tiga Zaman Asal Amuntai Ini Keluar Masuk Penjara

Baca juga: Pelopor Airways Indonesia Asal Alabio Kabupaten Hulu Sungai Utara

Dalam perjalanan ke Kotabaru itulah Aberani bertemu dengan Hassan Basry yang berniat hendak menyeberang ke Jawa, namun kemudian membatalkan rencananya dan menyatakan bergabung dengan Gerpindom.

Perkembangan selanjutnya, Gerpindom dilebur ke dalam ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan dengan Hassan Basry sebagai Pimpinan Umum (PU) dan Aberani Sulaiman sebagai Wakil PU/Kepala Staf.

Abrani dalah salah seorang anggota perumus teks Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi Pertahanan Kalimantan 17 Mei 1949 yang ditandatangani oleh Hassan Basry, dan sekaligus sebagai Wakil Gubernur/Kepala Staf pada Pemerintahan Gubernur Tentara ALRI yang dipimpin oleh Hassan Basry sebagai Gubernur Tentara/Panglima Divisi.

Selain tokoh pejuang gerilya, Aberani dikenal sebagai Gubernur Kalimantan Selatan periode 1963-1968. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved