Breaking News:

Berita Kotabaru

Bulan April, Inflasi Kotabaru Kalsel 0,22 Persen

Menjadi agenda rutin Pemerintah Daerah, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan melakukan pengecekan stok dan harga bahan pokok dan penting (b

Penulis: Herliansyah | Editor: Edi Nugroho
Foto Kominfo Kotabaru
Asisten II memantau harga bapokting, terjadi inflasi di Kotabaru 0,22 persen. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Menjadi agenda rutin Pemerintah Daerah, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan melakukan pengecekan stok dan harga bahan pokok dan penting (bapokting). Pemantauan terlebih mendekati lebaran Idul Fitri 1442 lebih kurang sepekan lagi.

Alhasil pemantauan Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Akhmad Rivai, Selasa (4/5/2021) kemarib di komplek Pasar Kemakmuran, Kotabaru terjadi inflasi 0,22 persen.

Menurut Rivai, komoditas mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kotabaru antara lain bahan bakar rumah tangga, ikan kembung, beras, daging ayam ras, dan pisang.

Inflasi terjadi adanya kenaikan harga, karena naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) sebagian kelompok komoditas yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,37 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,31 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya sebesar 0,72 perse , dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen.

Baca juga: Rakor DAK 2021 di Kotabaru, Wabup Andi Rudi Latif : Ini Bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat

Baca juga: PDAM Kotabaru Berlakukan Penggiliran Distribusi, Warga Minta Air ke Tetangga

Baca juga: 2 Pekan Tak Turun Hujan, Debit Sumber Air Baku PDAM Kotabaru Turun, Distribusi Air Terpaksa Digilir

Lanjut dia, IHK merupakan salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan.

Asisten II memantau harga bapokting, terjadi inflasi di Kotabaru 0,22 persen.
Asisten II memantau harga bapokting, terjadi inflasi di Kotabaru 0,22 persen. (Foto Kominfo Kotabaru)

Mulai tahun 2020 pengukuran inflasi menggunakan IHK tahun dasar 2018=100. Terdapat beberapa perubahan mendasar dalam penghitungan IHK baru (2018=100) dibandingkan IHK sebelumnya (2012=100). Khususnya mengenai cakupan kota, diagram timbang, paket komoditas, serta perbedaan klasifikasi kelompok pengeluaran.

Kotabaru salah satu dari delapan kota inflasi baru yang ditambahkan dalam penghitungan inflasi di tahun 2020. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Kotabaru, bulan April 2021 terjadi inflasi sebesar 0,22%, atau terjadi kenaikan IHK dari 108,51 pada bulan Maret 2021 menjadi 108,75 pada bulan April 2021.

Adapun komoditas mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kotabaru antara lain bahan bakar rumah tangga (0,14 persen), ikan kembung (0,11 persen), beras (0,10 persen), daging ayam ras (0,08 persen), dan pisang (0,05 persen).

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain cabai rawit (-0,10 persen), bayam (-0,09 persen), cumi-cumi (-0,08 persen), bawang merah (-0,06 persen), dan ikan selangat (-0,04 persen).

Pada minggu keempat April 2021 harga bapokting di tingkat eceran di pasar Kamakmuran menjadi pendorong inflasi antara lain ikan kembung Rp 32.500/kg, beras premium jenis Semar Biru Rp 12.700/kg dan beras unggulan seperti unus mutiara Rp 15.300/kg.

Selain daging ayam ras Rp 37.500/kg, cabai rawit Rp 115.000/kg, bawang merah Rp 28.000/kg.

Untuk diketahui, dari 12 kota-kota IHK di wilayah pulau Kalimantan, 8 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan (0,73 persen), Sampit (0,44 persen), Samarinda (0,26 persen), Kotabaru (0,22 persen), Singkawang (0,17 persen), Sintang (0,10 persen), Pontianak (0,07%) dan inflasi terendah di Kota Balikpapan (0,02%).

Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Banjarmasin (-0,22 persen), Tanjung Selor (-0,15 persen), Tanjung (-0,07 persen) dan deflasi terendah di Kota Palangka Raya (0,06 persen). (aol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved