Breaking News:

Penyekatan Mudik Lebaran 2021

Korlantas Siapkan 381 Titik Pos Penyekatan, Nekat Mudik Akibatnya Putar Balik atau Denda

Sebanyak 381 titik penyekatan tersebar dari Palembang hingga Bali.Pengetatan mudik lebaran 2021 benar-benar disiapkan dengan matang Korlantas Polri.

Foto Humas Polda Kalteng
Pos penjagaan untuk menyekat kendaraan jalur darat yang ingin mudik untuk berlebaran lewat Jalan Trans Kalimantan di Kapuas Kalteng 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pengetatan mudik lebaran 2021 benar-benar disiapkan dengan matang oleh pihak Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Sebanyak 381 titik penyekatan tersebar dari Palembang hingga Bali.

Hal ini sesuai arahan presiden peniadaan mudik Lebaran mulai berlaku 6 sampai 17 Mei 2021 sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid-19.

 Titik penyekatan tidak hanya ada di jalan arteri, tapi juga jalur-jalur alternatif yang kemungkinan dilalui warga. Karena itu, polisi memastikan warga yang nekat mudik dengan mudah akan ditemukan.

Baca juga: Pria Misterius Bakar Hidup-hidup Perawat di Malang, Masuk Klinik Tiba-tiba Langsung Siramkan Bensin

Baca juga: KUR Tanpa Jaminan Dinaikkan dari 50 Juta menjadi 100 Juta Rupiah dan Bunga 3 Persen

"Sudah (dibangun pos), jadi ada 381," kata Kabag Ops Korlantas Polri Kombes (Pol) Rudy Antariksawan dalam keterangannya, Rabu (5/5/2021).

Aparat Desa, Relawan laksanakan pencegahan mudik di Posko PPKM di Desa Bunipah, Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Aparat Desa, Relawan laksanakan pencegahan mudik di Posko PPKM di Desa Bunipah, Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. (Foto Humas Petugas Gabungan TNI, Polri untuk Banjarmasinpost.co.id)

Kebijakan peniadaan mudik Lebaran pada 6-17 Mei ini ditetapkan pemerintah lewat Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitiri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama Bulan Suci Ramadhan 1441 H.

Selama periode peniadaan mudik, izin perjalanan diberikan hanya pada masyarakat yang akan melakukan pekerjaan atau dinas, kunjungan keluarga duka atau sakit, kepentingan kehamilan dan persalinan, serta keperluan nonmudik lainnya.

Syaratnya, masyarakat yang punya keperluan tersebut harus memiliki surat izin perjalanan tertulis atau Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM).

Sementara itu, bagi warga yang nekat mudik selama periode peniadaan mudik, polisi akan memberikan sanksi mulai dari putar balik kendaraan hingga denda.

"Pendekatan humanis, tapi tetap tegas dalam penerapan protokol kesehatan. Apabila ditemukan masyarakat yang tetap nekat mudik, Insya Allah bisa kami temukan dan tangkap," kata Kabaharkam Polri Komjen (Pol) Arief Sulistyanto, Rabu (5/5/2021).

Sesuai SE Nomor 13/2021, warga yang mudik dengan mobil pribadi akan diminta kembali atau putar balik. Kemudian, biro perjalanan atau travel resmi yang mengangkut penumpang akan dikenakan sanksi tilang, penahanan kendaraan, hingga pencabutan izin trayek dari Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Update Harga Emas Antam 5 Mei 2021 : Turun Rp 8.000 Per Gram

Sementara itu, mobil pribadi yang mengangkut penumpang atau travel gelap dapat dikenakan sanksi kurungan penjara dua bulan atau denda Rp 500.000 sesuai Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.

Lalu, angkutan barang yang mengangkut penumpang dapat dikenakan sanksi kurungan pidana paling lama 1 bulan atau denda maksimal Rp 250.000 sesuai Pasal 303 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Larangan Mudik Berlaku Besok, Ini Sanksi bagi Masyarakat yang Nekat Lakukan Perjalanan"

Editor: M.Risman Noor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved