Breaking News:

Sosok Tokoh Banua

Kritikan Tajam, Wartawan Tiga Zaman Asal Amuntai Ini Keluar Masuk Penjara

Para pejuang di Kalimantan Selatan melawan penjajah tak hanya dengan mengangkat senjata juga lewat tulisan di media massa.

Foto istimewa
Wartawan Tiga Zaman Asal Amuntai Yusni Antemas 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Para pejuang di Kalimantan Selatan melawan penjajah tak hanya dengan mengangkat senjata juga lewat tulisan di media massa.

Salah satu wartawan yang 'cukup nakal' mengeritik pemerintahan Jepang adalah Yusni Antemas. Akibat sering mengeritik pemerintan Nipon, Yusni dihukum keliling Kota Amuntai saat panas terik, tidak boleh mengenakan sandal dan diperintahkan berlari di atas jalan beraspal yang sangat panas.

Menurut sejarawan Kalsel, Mansyur, SPd, MHum yang ditulisnya dalam Sejarah Kalsel, saat dihumum keliling, kedua kakinya dirantai bola besi besar yang berat.

"Bila larinya melambat akan dicambuk para mandor," dosen sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini.

Baca juga: Pelopor Airways Indonesia Asal Alabio Kabupaten Hulu Sungai Utara

Yusni yang merupakan wartawan pejuang asal Amuntai pada tahun 1944- an ini tercatat sebagai zwaarte journalist (wartawan hitam) yang hidupnya keluar masuk tahanan.

Ditambahkan Mansyur, Yusni merupakan wartawan tiga zaman, yakni zaman penjajahan Belanda, zaman Jepang dan zaman mempertahankan kemerdekaan.

Dengan media pers perjuangan sederhana, Yusni memotivasi masyarakat dengan berbagai informasi perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Sebagai wartawan pejuang, Yusni menjadi langganan tahanan pemerintahan kolonial Belanda.

Pada saat Indonesia merdeka pun Yusni tetap vokal menyuarakan aspirasi rakyat. Pada saat itu sekitar tahun 1960-an ketika Presiden pertama RI, Soekarno datang ke Amuntai. Yusni tampil memprotes Soekarno, sehingga beliau sempat dipanggil langsung oleh pemimpin besar revolusi ini.

Yusni lebih dikenal dengan nama pena Anggraini Antemas lahir di Amuntai, 22 April 1922. Selain seorang wartawan, Yusni juga seorang sastrawan dan perancang Monumen Tanjung Puri atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Tugu Obor Mabuun. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved