Breaking News:

Berita Banjarmasin

Peniadaan Mudik dan Operasi Ketupat Intan 2021 Dimulai Besok, 1.500 Pasukan Gabungan Diterjunkan

Sejak pukul 8.00 Wita, personel Kepolisian, TNI dan aparat Pemerintah Daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) berbaris rapi di halaman Mapolda Kalsel, J

Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Intan 2021 di Mapolda Kalsel 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak pukul 8.00 Wita, personel Kepolisian, TNI dan aparat Pemerintah Daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) berbaris rapi di halaman Mapolda Kalsel, Jalan S Parman, Kota Banjarmasin, Rabu (5/4/2021).

Mereka mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Intan 2021 yang dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA dan dihadiri Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto, Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah dan Forkopimda Kalsel lainnya.

Selain memeriksa kesiapan personel, Pj Gubernur Kalsel menyampaikan sejumlah arahan Kapolri yang disampaikan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/949/V/Ops.2./2021 tentang Upaya Mencegah Terjadinya Peningkatan Penyebaran Covid-19 Menjelang, Pada Saat dan Pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Yaitu di antaranya, mendirikan posko terpadu bersama dengan Satgas Covid-19 dan stakeholder terkait yang memiliki kelengkapan pemeriksaan Swab Antigen dan ruang isolasi sementara.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Angkutan Umum ke Banjarbaru Masih Dibolehkan

Baca juga: Pemerintah Kota Palangkaraya Bangun 3 Pos Pengawasan Arus Mudik

Baca juga: Dilarang Beroperasi Layani Angkutan Mudik, Sopir Angkutan Umum Tak Dapat Kompensasi

Baca juga: Lebaran 2021, Bupati Batola Imbau ASN Tidak Mudik

Lalu membatasi jumlah pengunjung dalam suatu gedung maksimal 50 persen dari kapasitas yang ada dan pastikan sistemnya, siapkan petugas untuk menghitung jumlah pengunjung.

Melakukann patroli gabungan secara periodik untuk memastikan tidak terjadi kerumunan di sentra perekonomian dan keramaian, sekaligus lakukan imbauan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan.

Juga berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 untuk melaksanakan swab antigen secara acak dan melakukan pembagian masker.

Pj Gubernur juga menegaskan bahwa peniadaan mudik secara nasional akan dimulai Kamis (6/5/2021).

"Jadi tidak pilih daerah zona merah, kuning atau hijau tapi secara nasional mudik ditiadakan. Diminta kepada masyarakat karena sudah ditetapkan, jangan memaksakan diri untuk mudik. Kebijakan inu semata-mata demi menjaga keselamatan rakyat," kata Safrizal.

Untuk menegakkan kebijakan ini, posko penyekatan akan dioperasionalkan baik yang berada di perbatasan Provinsi Kalsel dengan provinsi tetangga maupun di perbatasan antar kabupaten/kota di dalam Provinsi Kalsel kecuali untuk area aglomerasi yaitu Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

"Lakukan silaturahmi dengan cara baru, video call, video conference supaya Covid-19 tidak menyebar," kata Pj Gubernur.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto mengatakan, dalam Operasi Ketupat Intan 2021 yang berlangsung selama dua minggu dan juga akan dimulai Kamis (6/5/2021), diterjunkan pasukan sebanyak kurang lebih 1.500 personel.

Mereka merupakan gabungan dari personel Polri, TNI dan aparat Pemerintah Daerah di berbagai unsur.

"Kami harapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di Kalsel. Tapi kami siap mengatasi kemungkinan yang bisa terjadi apakah masalah keamanan atau yang lainnya serta khususnya untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19," kata Kapolda. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved