Breaking News:

Berita Kotabaru

Berlagak Jadi Seorang Direktur, Warga Kotabaru Tipu Kawan Sendiri

FS (25), warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan terpaksa berurusan dengan anggota kepolisian

Polsek Kelumpang Hilir
FS (25), warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan terpaksa berurusan dengan anggota kepolisian setempat karena menipu teman sendiri. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - FS (25), warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan terpaksa berurusan dengan anggota kepolisian setempat.

FS harus mempertanggung jawabkan perbuatan, karena diduga melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan, Kamis (22/4/2021) lalu.

Pelaku diamankan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kelumpang Hilir, setelah dilaporkan korban Agus Salim, Rabu (5/5/2021) lalu.

Kapolres Kotabaru AKBP Andi Adnan Syafruddin SIK melalui Kapolsek Kelumpang Hilir AKP Nur Alam mengatakan, tindak pidana penipuan berawal pelaku menemui korban.

Baca juga: Komplotan Penipuan Modus Pengganda Uang Diringkus Tim Gabungan, Warga Landasan Ulin Jadi Korban

Baca juga: Penipuan Arisan Onlinenya Sempat Viral, Selebgram Seksi Asal Medan Ditangkap Usai Pamer Foto Seksi

Baca juga: PLN Imbau Pelanggan Waspada, Penipuan Pendaftaran Subsidi Listrik Melalui Website

Pelaku kemudian menawarkan pekerjaan dengan modus orang tuanya adalah direktur di salah satu perusahaan tambang di Satui, Kabupaten Tanahbumbu.

Selain pelaku juga mengajak korban ke Banjarmasin, sembari membujuk korban menjual dua buah handphone. Uangnya akan dipakai untuk biaya makan selama di Banjarmasin.

Pelaku menjanjikan akan mengganti uang tersebut setelah di Banjarmasin. Namun di waktu bersamaan lagi-lagi pelaku menawarkan pekerjaan di perusahaan yang sama.

Entah apa yang terjadi dengan korban, sehingga menuruti bujuk rayu pelaku yang meminta korban melengkapi persyaratan. Seperti foto copi KTP dan KK.

Tidak hanya itu, pelaku yang sebelumnya meminta nomor telepon korban. Kemudian pelaku menghubungi via WhatsApp dengan berlagak sebagai direktur di perusahaan tersebut.

Sembari meminta korban mentransfer uang ke salah satu bank atas nama Aulia Rahim sebanyak Rp 4 juta. Sedangkan transferan kedua sebesar Rp 2 juta dan ketiga uang diserahkan langsung sebesar Rp 3 juta.

Pelaku beralasan kepada korban, setelah uang ditransfer korban akan diterima sebagai karyawan. Namun lama menunggu tidak juga bekerja.

"Pada akhirnya korban mengetahui selama ini menghubunginya lewat WhatsApp dan meminta transferan temannya sendiri, FS," ucap Nur Alam.

Merasa telah ditipu, korban melaporkan kejadian ke Polsek Kelumpang Hilir guna proses hukum lebih lanjut.(banjarmasinpost.co.id/Helriansyah).

Penulis: Herliansyah
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved