Legitnya Bisnis Porang

Kisah Pemulung Jadi Pengusaha Porang Jadi Motivasi Warga untuk Memulai Bisnis

Kisah sukses Paidi, seorang pemulung di Jawa yang banting setir menjadi pembisnis dan penanam porang rupanya menghisiasi masyarakat di Kalsel untuk ta

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/huda
Tumpukan atau karungan hasil tanaman porang di Kalsel. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID BANJARBARU -  Kisah sukses Paidi, seorang pemulung di Jawa yang banting setir menjadi pembisnis dan penanam porang rupanya menghisiasi masyarakat di Kalsel untuk tanam tanaman porang ini. Buktinya di Balangan sudah sampai mengekspor ke Jepang.

Namun dalam mengelola pertanian porang di Balangan, ada sedikit kendala. Apa itu?

Menurut Ketua Pengurus Wilayah Kalsel, Aspeporin, Joni Sulistianto,
rupanya cuaca menjadi kendala.

"Saat persiapan pengiriman, kami terkendala pada cuaca ketika pengeringan. Namun sudah bisa teratasi," ucap Joni.

Baca juga: Bukan Banjar dan Tala, Tapi Balangan Lebih Dulu Ekspor Porang Chip ke Jepang

Baca juga: Petani Tergiur Bisnis Tanaman Porang Karena Harga Jualnya Sangat Tinggi

Baca juga: Porang Dulu Tanaman Sarang Ular, Kini Jadi Sumber Uang Bagi Pembudidaya

Ke depan, para petani porang pun akan memenuhi target pengiriman porang sebanyak 100 ton dalam jangka waktu lima bulan.

Joni menjelaskan, petani porang di Balangan memang masih terkendala perihal metode pengeringan, karena masih memanfaatkan cahaya matahari, beruntung sebentar lagi akan memasuki musim kemarau.

Namun pihaknya juga mendapatkan bantuan mesin pengering dari Balitbangda Kabupaten Balangan, hanya saja alat tersebut hanya untuk produksi rumah tangga, belum mampu menampung produksi skala besar. Dalam artian akan membutuhkan waktu yang lama saat pengeringan porang yang cukup banyak. (banjarmasinpost.co.id /nurholis huda).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved