Breaking News:

Legitnya Bisnis Porang

Petani Porang Memakai Pengeringan Matahari, Dinas Pertanian Balangan Tawarkan Oven

Ketua Pengurus Wilayah Kalsel, Aspeporin, Joni Sulistianto, petani porang di Balangan memang masih terkendala perihal metode pengeringan, karena masih

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Bisnis porang saat ini bernilai eskpor sangat tinggi. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID -Ketua Pengurus Wilayah Kalsel, Aspeporin, Joni Sulistianto, petani porang di Balangan memang masih terkendala perihal metode pengeringan, karena masih memanfaatkan cahaya matahari, beruntung sebentar lagi akan memasuki musim kemarau.

Namun pihaknya juga mendapatkan bantuan mesin pengering dari Balitbangda Kabupaten Balangan, hanya saja alat tersebut hanya untuk produksi rumah tangga, belum mampu menampung produksi skala besar. Dalam artian akan membutuhkan waktu yang lama saat pengeringan porang yang cukup banyak.

Menanggapinya Dinas Pertanian Kabupaten Balangan ucap Joni sudah menawarkan oven untuk metode pengeringan porang. Para petani porang juga akan dipinjamkan alat pengering padi dan jagung yang akan dimodivikasi oleh para petani porang dan dimanfaatkan sebagai alat pengering porang.

Perihal kendala yang dialami para petani porang di Balangan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Balangan, Rahmadi Uuen pun mengetahui hal tersebut. Lantas pihaknya sedang berupaya mencari solusi untuk penanganannya.

Baca juga: Pembudidayaan Tanaman Porang Ternyata Mudah, Bernilai Ekspor Sangat Tinggi

Baca juga: Kisah Pemulung Jadi Pengusaha Porang Jadi Motivasi Warga untuk Memulai Bisnis

Baca juga: Bukan Banjar dan Tala, Tapi Balangan Lebih Dulu Ekspor Porang Chip ke Jepang

Baca juga: Petani Tergiur Bisnis Tanaman Porang Karena Harga Jualnya Sangat Tinggi

Baca juga: Porang Dulu Tanaman Sarang Ular, Kini Jadi Sumber Uang Bagi Pembudidaya

"Kami nanti juga akan meminta dukungan fasilitas kepada Kementrian Pertanian, terlebih mereka memiliki program gerakan tiga kali lipat ekspor," ucap Rahmadi.

Paling tidak tambahnya, apabila tidak memberikan alatnya secara langsung karena membutuhkan waktu, bisa mencari tempat untuk meminjam alat tersebut. Sehingga para petani porang pun mendapatkan bantuan fasilitas untuk proses pengiriman porang ke depannya.
(banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved