Legitnya Bisnis Porang

Petani Tergiur Bisnis Tanaman Porang Karena Harga Jualnya Sangat Tinggi

Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB DTPH) Provinsi Kalsel, Muhammad Ikhsan, menjelaskan Daerah

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id /huda
Porang sejenis tanaman umbi-umbian yang kini jadi bisnis menggiurkan. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB DTPH) Provinsi Kalsel, Muhammad Ikhsan, menjelaskan Daerah Kabupaten Banjar, dan Tanah Laut, menjadi daerah dengan tingkat tertinggi, dalam produksi porang liar karena di dua daerah ini, banyak masyarakat, yang membudidayakan porang liar.

Muhammad Ikhsan menconthhkan banyak petani di Daerah Desa Kiram dan Mandi Angin Kabupaten Banjar, yang turut serta membudidayakan tanaman Porang, mengingat harga jual umbi tanaman ini, bernilai tinggi.

"Di bawah naungan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Kalsel, bersama Asosiasi Petani Porang Indonesia (ASPI) Kalsel, pihaknya akan terus berusaha, dalam memaksimalkan penjualan Porang di wilayah Kalsel, agar dapat ke tingkat Nasional," tandas Ikhsan.

Meskipun memiliki nilai jual tinggi, Ikhsan mengakui, tanaman porang memiliki kelemahan, yakni memiliki waktu yang sangat lama untuk dipanen.

Baca juga: Porang Dulu Tanaman Sarang Ular, Kini Jadi Sumber Uang Bagi Pembudidaya

"Tanaman porang merupakan salah satu tanaman, dengan masa pertumbuhan yang sangat lama, dimana umbi porang yang sudah berumur 1 tahun, hanya sebesar bola pimpong, sehingga tanaman Porang, tidak bisa dijadikan sebagai tanaman budidaya utama, dan harus diselingi dengan tanaman lainnya, agar para petani porang dapat bertahan hidup," lanjut Ikhsan. (banjarmasinpost.co.id /huda).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved