Legitnya Bisnis Porang

Porang Dulu Tanaman Sarang Ular, Kini Jadi Sumber Uang Bagi Pembudidaya

Porang merupakan tanaman umbi-umbian yang tumbuh secara liar di hutan maupun lahan perkebunan karet.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id /huda
Porang sejenis tanaman umbi-umbian yang kini jadi bisnis menggiurkan. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Porang merupakan tanaman umbi-umbian yang tumbuh secara liar di hutan maupun lahan perkebunan karet.

Tanaman porang kini sudah mulai dikembangkan dan dibudidayakan oleh masyarakat, mengingat akhir-akhir ini banyak diketahui bahwa tanaman tersebut punya nilai ekonomi yang lumayan tinggi.

Porang, bisa diolah sebagai bahan baku pembuatan produk seperti kosmetik, juga bahan pangan seperti tepung. Namun, saat ini di Kalsel belum ada industri yang mengolah porang tersebut menjadi bahan jadi yang bernilai jual tinggi.

Daerah Kabupaten Banjar, dan Tanah Laut, menjadi daerah dengan tingkat tertinggi, dalam Produksi Porang liar.

Baca juga: Balitbangda Balangan Kembangkan Alat Pengering Umbi Maya untuk Petani

Namun dulu, orang membiarkan tanaman ini tumbuh liar dan malah tak di suka karena dianggap tanaman sebagai sarang ular dan makanan ular.

Salah satu Petani Porang di Desa Kiram Kabupaten Banjar Latif Fahrin juga mengetahui bahwa kata orang dulu memang sebagai tempat sarang ular. Tapi porang kini sudah beda. Kini orang banyak yang tanam karena bisa menghasilkan uang.

Harga porang di pasaran satu kilogram bisa dijual dengan harga sekitar Rp5.000-Rp10.000 itu pun jika dijual irisan lempengan kering tambah malah bisa ssmpai Rp 20 ribu per kilo.

"Jadi sudah gak takut lagi kalau dulu makanan ular. Karena kini dibudidayakan dan dijual," kata dia

Bahkan, untuk mensiasati lambatnya pertumbuhan umbi Porang, dirinya bersama dengan teman-teman petani lainnya, selalu berburu Porang liar dihutan Kiram dan Mandi Angin.

"Kami berburu Porang liar, dan kami tanam kembali porang liar ini, dikarenakan tanaman Porang akan beranak pinak sama halnya dengan tanaman pisang, sehingga kami dapat memperbanyak porang," ungkap Latif. (banjarmasinpost.co.id /huda).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved