Breaking News:

Berita Balangan

PT Adaro Sebut Belum Dapat Kabar Pemkab Balangan Mundur Dari Tim Perumus CSR

Kabar menarik dirinya Pemkab Balangan dari Tim Perumus CSR PT Adaro dan Mitra Kerja Pemkab Balangan ditanggapi oleh manajemen PT Adaro Indonesia.

banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Sekda Pemkab Balangan, Yuliansyah menghadiri pertemuan dengan CSR PT Adaro dan mitra kerja Pemkab Balangan di ruang rapat Kantor Bupati Balangan. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN- Kabar menarik dirinya Pemkab Balangan dari Tim Perumus CSR PT Adaro dan Mitra Kerja Pemkab Balangan ditanggapi oleh manajemen PT Adaro Indonesia.

Dihubungi terpisah melalui sambungan aplikasi WhatsApp,
CRM Departement Head PT Adaro Indonesia, Djoko Soesilo menerangkan, terkait informasi tersebut secara resmi pihaknya belum mendapatkan kabar.

"Karena komunikasi dan beberapa kali pertemuan pemerintah daerah dengan tim CSR berjalan normal seperti biasanya," tulis Djoko dalam keterangan yang ia kirimkan.

Tambahnya lagi, bagi Adaro, keberadaan pemerintah daerah merupakan bagian regulator yang penting dan strategis untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.

Baca juga: Perusahaan Tolak Usulan Program Prioritas Bupati, Balangan Keluar dari Tim Perumus CSR

Baca juga: Bappeda Kabupaten Kotabaru Tak Lagi Berwenang Jalankan Forum CSR

Baca juga: Hari Kartini, Srikandi BRI Salurkan CSR Rp100 Juta untuk Kelompok Wanita Tani di Pelaihari

Baca juga: APBD Kotabaru 2022 Rp 1,3 Triliun, Wakil Ketua Komisi III: Forum CSR Harus Dihidupkan

"Tak ada sesuatu apapun yang dapat memutuskan sinergi tersebut, karena program pemberdayaan masyarakat terus digulirkan dan selalu dirumuskan bersama," terang Djoko.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Balangan diwakili oleh Sekda Kabupaten Balangan, Yuliansyah telah mengadakan rapat perihal program CSR bersama PT Adaro Indonesia dan mitra kerja Pemkab Balangan tahun 2021, Kamis (6/5/2021) kemarin.

Pada rapat tersebut disampaikan oleh Yuliansyah ada beberapa program prioritas dari Bupati Balangan, Abdul Hadi dan Wakil Bupati Balangan, Supiani yang ditolak. Padahal ucapnya program tersebut merupakan kegiatan pendukung untuk menjalankan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Balangan.

Pada kesempatan yang sama, Yuliansyah juga memperlihatkan draft program CSR PT Adaro Indonesia dan Mitra Kerja Pemkab Balangan Tahun 2021.

Dalam draft tersebut tertera puluhan program yang akan dijalankan. Namun ada beberapa program bertanda warna kuning yang mana sebut Yuliansyah sebagai tanda kalau program itu ditolak.

Adapun beberapa program yang bertanda kuning yakni Pembangunan Istana Anak Yatim senilai Rp 4 M, pengembangan pariwisata Desa Liyu, Rp 1 M, bantuan dana perbaikan Langgar Nurul Hidayah Rp 36.505.000, bantuan biaya pendidikan dokter spesialis pulmonologi senilai Rp 365 juta.

Kemudian ada pula bantuan pembangunan Langgar Riyadush Shalihin, pembukaan rest area dan galeri produk UMKM di Dekranasda, bantuan dana Masjid Gunung Pandau, bantuan dana Masjid Istiqlal, bantuan Masjid Jami An Noor, bantuan dana Masjid Jami Assyaadah, Bantuan dana Musholla Asy Syafaah dan bantuan beasiswa anak tidak mampu.

Total keseluruhan untuk program yang bertanda kuning yakni mencapai Rp 7.629.405.000. Sementara untuk anggaran keseluruhan dari semua program tertulis pada draft sebanyak Rp 10.825.392.266. (banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved