Breaking News:

Berita HSS

Wisata di HSS Dibuka Terbatas Saat Libur Lebaran 2021, Pengunjung Wajib Menunjukan Ini

Wisata di HSS tetap dibuka selama libur lebaran 2021. Namun, untuk masuk lokasi wisata persyaratannya ketat. Pengunjung wajib bebas covid-19

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Bukit Langara di HSS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Pasca Hari Raya Idul Fitri nanti bisanya banyak keluarga yang membawa sanak keluarganya berkunjung ke lokasi wisata. 

Meski Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) membuka lokasi wisata pasca lebaran Idul Fitri nanti. 

Namun, syarat masuk lokasi wisata sangat ketat. Sama halnya ketika melewati pos perbatasan HSS, masyarakat wajib menunjukan syarat bebas covid-19 minimal dengan hasil rapid antigen. 

Rapid Antigen ini nantinya wajib ditunjukan di posko cek poin bagi pengunjung pariwisata. Rencananya, posko ini juga akan dibuat di Kecamatan Loksado. 

Baca juga: Cegah Ledakan Corona Pasca Libur Lebaran, Tempat Wisata dan Mal di Banjarbaru Wajib Tutup Enam Hari

Baca juga: Dinas Pariwisata Kalsel Minta Kabupaten Kota Persiapkan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Selatan,  MK Saputra menjelaskan, meski pariwisata dibuka. Namun, syarat masuk juga diperketat. 

Ia juga sudah berkomunikasi dengan pengelola wisata agar tidak menampung pengunjung melebihi kapasitas. 

Bahkan, rencananya kapasitas pengunjung pariwisata juga akan dikurangi dari daya tampung lokasi wisata. 

"Jadi ketika kapasitas yang sudah ditentukan penuh maka tidak boleh lagi ada pengunjung masuk. Kami harap pengelola juga mengerti. Khususnya, yang bukan pariwisata yang dikelola pemerintah," katanya. 

Baca juga: Objek Wisata di Kotabaru Tetap Dibuka saat Libur Lebaran 2021, Pengelola Wajib Terapkan Prokes

Selain itu, Bupati Hulu Sungai Selatan, Achmad Fikry juga mewajibkan bagi pengelola pariwisata untuk memiliki sarana protokol kesehatan. Seperti tempat mencuci tangan dan pemeriksaan masuk. 

"Protokol kesehatan penting sekali. Kami tidak ingin ini akan menjadi klaster baru penularan covid-19. Makanya semuanya benar-benar dijaga. Memang dibuka. Tapi dengan syarat yang benar-benar ketat," katanya. (banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved