Berita Kotabaru

Kontraktor Luar Masuk Kotabaru, Gapensi Ingin Orang Lokal Diberi Kesempatan

Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) Kotabaru Winarto Hadi mengakui kontraktor lokal kembali mati suri, menyusul banyaknya kontrakt

Penulis: Herliansyah | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.idelriansyah
Ketua Gapensi Kotabaru Winarto Hadi 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) Kotabaru Winarto Hadi mengakui kontraktor lokal kembali mati suri, menyusul banyaknya kontraktor luar masuk ke Kotabaru.

Menurut Winarto, acap kali melalukan lobi ke Sekda, Bupati agar kontraktor lokal mendapatkan pekerjaan. Namun hasilnya begitu-begitu saja.

"Saya juga tidak ngerti. Tujuan beliau-beliau itu gimana. Mestinya kalau benar-benar mau membangun Kotabaru, kalau kontraktor lokal orangnya orang lokal. Ekonominya pasti jalan," ucap Win, sapaan akrab Winarto.

Namun kenyataannya dalam beberapa tahun banyak kontraktor luar. "Saya gak tahu ya, apakah dulu secara politik berseberangan, ya bisa juga. Tapi harusnya kalau sudah ya sudah. Tapi kayaknya begitu," beber Winarto kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (8/5/2021).

Baca juga: Kontraktor Lokal Merasa Tersisihkan, Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru Tanggapi Begini

Baca juga: Panggung MTQ di Tanbu Dikonsep Seperti Masjid Nabawi, Kontraktor Janjikan Rampung Sebelum Pembukaan

Baca juga: VIDEO Korupsi Kalsel, Satu ASN Dinas PUPR Tapin dan Kontraktor Tersandung Proyek Siring

Baca juga: Pembangunan TPST Disetujui Warga Megasari Kotabaru, Kadisperkimtan Sebut Kontraktor Mulai Bekerja

Bahkan, sebut Winarto, ada salah satu kepala dinas tidak perlu ia sebutkan namanya, menyebutkan teknis 30 persen 70 persennya politis.

"Susahlah, dalam keadaan ini kita ( kontraktor lokal) mau kemana," ucapnya.

Pun, rapat dengar pendapat (RDP) atau hearing setiap tahun di DPRD Kotabaru terkait keluhan kontraktor lokal. "Gak ada hasilnya. Sama aja. Eksekutif sama Legislatif sama aja, 11 - 12 aja. Harusnya legislatif membela kita. Kita ini rakyat juga kan," terangnya.

Dari sisi kualitas pekerjaan, kontraktor lokal tidak kalah dengan kontraktor luar. Tergantung dari pengawasan.

"Proyek intinya pengawasan. Buktinya ada (pekerjaan) tidak selesai. Itu orang ( kontraktor) dari luar," lanjut Winarto.

Menanggapi hal ini, sebelumnya Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis kepada banjarmasinpost.co.id, mengatakan perlu ada sinergitas antara kontraktor lokal dengan pemerintah daerah.

Menurut Syairi Mukhlis, kalau ada kontraktor lokal yang lebih baik mengapa tidak dipergunakan. Selain kontraktor lokal bisa bersaing dengan kontraktor dari luar.

"Dimaksud bersaing, tentu menyangkut peralatan. Semualah," katanya.

Apalagi sekarang ini kegiatan melalui proses lelang dan terbuka untuk umum dan bisa diakses semua orang.

"Untuk itulah sebagai putra daerah, harus bisa bersaing. Untung memenangkan lelang kegiatan," urainya.

Syairi mengapresiasi, jika setiap kegiatan proyek bisa dimenangkan kontraktor lokal. Karena akan berdampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
(Banjarmasinpost.co.idelriansyah).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved