Breaking News:

Berita HST

Alami Kerusakan Parah, Pondok Alquran Arraudah di Meratus Butuh Bantuan

Pondok Alquran Arraudah, di Desa Tilahan Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengalami kerusakan parah.

Norliani
Bangunan lama Pondok Al Quran Ar Raudah di Desa Tilahan Kecamatan Hantakan, Hulu SungaiTengah yang mengalami kerusakan parah 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Pondok Alquran Arraudah, di Desa Tilahan Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengalami kerusakan parah.

Setelah diterjang banjirbandang Januari 2021 lalu, bangunan pondok yang terbuat dari kayu dengan dinding anyaman bambu campur kalsiboard banyak yang patah.

Termasuk tongkat-tongkat tiang dan lantainya, tak bisa digunakan lagi.

“Saat ada acara buka puasa beberapa waktu lalu, kerusakan tambah parah. Kami terpaksa membongkar, karena hampir 90 sudah runtuh, di bagian lantai dan tongkat,”ungkap Ustadz M Kasim, pendiri yang juga pengelola pondok ALquran tersebut kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (8/5/2021).

Baca juga: Gabungan Organisasi Wanita Tapin Bantu Pondok Pesantren Budi Akhlaqul

Baca juga: PT PLN Bantu Yayasan Rumah Qur an Martapura dan Pondok pesantren Akhlak Mulia

Baca juga: Bupati HSS Resmikan Pembangunan Pondok Pesantren Dalpa

Upaya pembangunan kembali dilakukan melalui urunan dengan masyarakat. Namun, sampai sekarang belum bisa menyelesaikan bangunan baru tersebut.

Bangunan lama Pondok Al Quran Ar Raudah di Desa Tilahan Kecamatan Hantakan, Hulu SungaiTengah yang mengalami kerusakan parah
Bangunan lama Pondok Al Quran Ar Raudah di Desa Tilahan Kecamatan Hantakan, Hulu SungaiTengah yang mengalami kerusakan parah (Norliani)

“Kami masih kekurangan dana buat beli seng dan kalsiboad. Kami berharap ada donator yang membantu, agar syiar dakwah Islam di wilayah Meratus ini kembali berjalan,”kata Kasim.

Selama ini pondok sederhana yang dibangun secara swadaya masyarakat di Desa Tilahan tersebut digunakan untuk kegiatan santri belajar Alquran.

Tak hanya anak-anak di desa setempat yang belajar di sana, tapi juga dari desa lain yang menitipkan anaknya di pondok tersebut.

Mereka yang dari luar desa menginap di pondok tersebut dan mendapat pembinaan dari Ustadz M Kasim, ustadz muda yang berusia 22 tahun.

Ustadz Kasim sendiri sebelumnya bersama santri berupaya membanguna usaha burung wallet di sekitar pondok, yang diharapkan sebagai sumber penghasilan pondok.

Namun, ada warga sekitar pondok yang keberatan dengan keberadaan bangunan sarang wallet di desa tersebut.

Alasannya, dikhawatirkan bangunan di atas tanah tinggi tersebut longsor jika terjadi banjir lagi.

Setelah dilakukan mediasi untuk mempertahankan usaha tersebut tak berhasil, akhirnya dia bersama santri dan pengurus pondok lainnya terpaksa membongkarnya.

Upaya mereka agar bisa mandiripun gagal. Nah, bagi yang ingin donasi untuk kelangsungan dakwah di wilayah Meratus tersebut, bisa ke rekening BRI atas nama pengelola pondok Arraudah , Muhammad Kasim, 449601009867537. Bukti transfer bisa dikirim ke 08997946418. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved