Breaking News:

Berita Kotabaru

Nano Kehilangan Penghasilan Rp2 Juta per Hari, Pasca Feri Kotabaru Terperangkap di Karang

Pasca kandasnya feri penyeberangan KMP Jembatan Musi II, berangkat dari pelabuhan Batulicin tujuan pelabuhan Tanjung Serdang

Penulis: Herliansyah | Editor: Edi Nugroho
ALFIAN UNTUK BPOST GROUP
Truk dan kendaraan lainnya posisi miring di dalam Kapal Motor Penumpang (KMP) Jembatan Musi II yang karam di tengah Selat Pulau Laut antara Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dan Tanjung Serdang Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (8/5/2021). 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pasca andasnya feri penyeberangan KMP Jembatan Musi II, berangkat dari pelabuhan Batulicin tujuan pelabuhan Tanjung Serdang karena terperangkap karang di perairan Suwangi tidak hanya sempat membuat panik penumpang.

Kejadian kandasnya feri penyeberangan terjadi, Kamis (6/5/2021) juga menyebabkan kerugian bagi penumpang. Terutama pemilik mobil angkutan barang (truk).

Hingga berita kembali dilansir, pascakejadian para penumpang dan barang telah berhasil dievakuasi. Kecuali mobil yang masih terjebak di dalam feri naas tersebut.

Nano, salah seorang pemilik truk angkutan barang, mengakui barang-barang seperti telur dan pakan ayam di dalam truk miliknya sudah dievakuasi.

Baca juga: Kandas di Tengah Laut Pulau Sewangi Tanbu Kalsel, Penumpang Kapal Feri KMP Jembatan Musi Dievakuasi

Baca juga: VIDEO Cuma 4 Penumpang yang Turun dari Kapal Kirana di Pelabuhan Sampit Kalteng

Baca juga: Penumpang Kapal Laut dari Jawa ke Sampit Turun Drastis, Dampak Wajib Pakai Suket Negatif PCR

"Barang-barangnya sudah dipindahkan. Tinggal mobilnya masih dalam feri," ucap Nano kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (9/5/2021).

Menurut Nano, hari ini sudah hari keempat pascakejadian. Ia mengaku masih merasakan cemas sebelum mobil dievakuasi.

"Tidak ada keluarga lagi di sini. Aku tidur di ruangan di sekitar kantor ASDP Batulicin. Sambil menunggu mobil bisa dievakuasi," terang Nano.

Menunggu mobil berhasil dievakuasi, lanjut Nano, tidak hanya menyita waktunya. Namun, ia juga kehilangan pendapatan dari jasa angkutan..

Setiap membawa barang dari Banjarmasin ke Kotabaru, untung bersih pendapatan Rp 2 juta. "Sekarang sudah empat hari. Berarti Rp 8 juta kehilangan penghasilan," beber Nano.

Belum mengetahui kerusakan mobilnya, pascakejadian karena belum melihat langsung. "Makanya masih menunggu mobil dievakuasi," pungkasnya.

Atas kejadian ini, ia berharap mendapatkan asuransi dari pihak pengelola penyeberangan yakni PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Batulicin.

Sementara itu, hingga berita diturunkan belum didapat konfirmasi resmi pihak ASDP Batulicin. Manager Usaha PT ASDP Batulicin Ahmad Sunedi dihubungi telepon genggamnya belum diangkat. (Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved