Breaking News:

Berita Banjar

Masih Ada Langgar Imbauan, Tujuh Meriam Karbit di Martapura Timur Kembali Diamankan Polisi

Jajaran Polsek Martapura Timur amankan tujuh meriam karbit di Desa Pekauman, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. 

Penulis: Siti Bulkis | Editor: Hari Widodo
Kapolres Martapura Timur untuk BPost
Jajaran Polsek Martapura Timur amankan tujuh meriam karbit dari besi di Desa Pekauman, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (10/5/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Mendekati Lebaran Idul Fitri 1442 Hijiriah, Jajaran Polsek Martapura Timur amankan tujuh meriam karbit di Desa Pekauman, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. 

Sebelumnya, Kamis 6 Mei 2021, pihak Polsek Martapura Timur juga telah mengamankan delapan meriam karbit di  dua desa, yaitu Desa Kampung Melayu dan Desa Pekauman.

Kapolsek Martapura Timur, Ipda Samsul Bahri mengatakan, tujuh meriam serta delapan meriam terdahulu yang diamankan terbuat dari besi.

Meriam ini, bunyinya lebih kencang dibandingkan meriam yang terbuat dari batang pohon. 

Baca juga: Polsek Martpura Timur Kalsel Imbauan Warga Tak Menyalakan Meriam Karbit dan Petasan

Baca juga: Kebakaran Kalsel : 6 Rumah di Desa Mekar Martapura Timur Ludes Terbakar, Korban Terpaksa Mengungsi

"Ini tentu meresahkan dan mengganggu warga, terlebih di daerah sekitar banyak anak-anak balita serta orang tua atau lansia, tentu akan membuat orang terkejut dan hal tersebut bisa saja membahayakan jiwa seseorang," kata Samsul, Senin (10/5/2021). 

Ditambah dengan adanya informasi warga sekitar yang merasa terganggu dengan aksi beberapa oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab memainkan meriam tersebut.

Pelakunya, memainkannya tidak lagi sehabis salat tarawih, tetapi di kisaran pukul 03.00 wita hingga menjelang salat subuh. 

"Dengan demikian kami pun dengan tegas mengamankan meriam karbit, tetapi sayangnya meriam tersebut tidak diketahui pemiliknya," tuturnya. 

Ditegaskan Samsul, untuk mengantisipasi adanya yang memainkan meriam karbit maupun lainnya, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan hingga puncak Lebaran Idul Fitri. 

Dirinya juga mengingatkan imbauan larangan membunyikan meriam karbit serta membunyikan petasan sesuai dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951. 

Baca juga: Sebanyak 1008 Orang Warga dari 20 Desa di Martapura Timur Terima Pencairan Dana BST

"Saya imbau kepada masyarakat untuk tidak memainkan meriam karbit serta petasan, sebab selain itu mengganggu hal tersebut juga dapat membahayakan bahkan merugikan orang lain dan terlebih  ada sanksi hukuman 10 tahun kurungan penjara bagi yang melanggar," ujarnya. 

Daripada memainkan meriam karbit, menurut Samsul, lebih baik maknai malam-malam menjelang hingga Lebaran Idul Fitri dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. (Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved