Breaking News:

Berita Kalteng

Warga Cemas Varian Baru Corona Masuk Kalteng, Ini Komentar Pakar Universitas Palangkaraya

Warga takut terpapar corona varian baru varian B.1627, pakar virus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Palangkaraya imbau taati protokol kesehatan.

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Palangkaraya (UPR) yang juga pakar virus, Prof Dr. dr. Syamsul Arifin. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Adanya siaran pers Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, varian baru virus Covid-19 atau varian B.1617 masuk, membuat warga cemas.

Beberapa warga mengaku, baru tahu virus varian B.1627 tersebut sudah ada di depan mata dan takut keluar rumah.

"Apalagi saat ini yang terjangkit warga Palangkaraya, setelah sampelnya diperiksa di Kemenkes  RI. Jika tidak diantisipasi, bisa menyebar ke daerah lainnya di Kalteng," ujar Faridah, salah satu warga Jalan Rajawali, Kota  Palangkaraya, Kalteng, Senin (10/5/2021).

Sementara itu, pakar virus, Prof Dr dr Syamsul Arifin, yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Palangkaraya (UPR), meminta warga untuk tidak panik berlebihan.

Baca juga: Dinkes Kalteng Lakukan Pelacakan Ditemukannya Varian Baru Virus Corona

Baca juga: Sering Mabuk Miras dan Ganggu Warga, Oknum ASN di Palangkaraya Kalteng Ini Diciduk Polisi

Dia hanya meminta warga untuk tetap menaati protokol kesehatan yang telah diatur oleh pemerintah.

Menurutnya, berdasarkan  rilis terbaru dari Laboratorium Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI tanggal 8 Mei 2021, diketahui terdapat 10  kasus varian B.1617.

"Delapan kasus virus corona B1617 ini, 1 kasus di Jakarta, 4 kasus di Palembang Sumatera Selatan dan 3 kasus di Palangkaraya, Kalimantan Tengah," sebutnya.

Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), virus ini  memiliki sifat untuk bermutasi atau mengubah strukturnya, tergantung dari skala penularannya.

Baca juga: Wali Kota Palangkaraya Berbagi Paket Sembako Untuk Masyarakat Prasejahtera dan PTT

Jadi, semakin banyak virus menyebar, semakin banyak virus itu bermutasi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved