Breaking News:

Berita Banjarmasin

Geber Pengawasan Pangan Selama Ramadan 2021, BBPOM di Banjarmasin Beberkan Hasil Temuan Ini

BBPOM telah melakukan intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan dan jelang hari raya idul fitri 2021/1442 H.

Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Kepala BBPOM Banjarmasin Leonard Duma, Kadinkes Kalsel HM Muslim, Kadis Perdagangan BirhasaniĀ  memamerkan hasil intensifikasi pengawasan pangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarmasin  selama ramadan hingga jelang Idul Fitri bekerja melakukan intensifikasi pengawasan terhadap produk obat dan makanan yang beredar di masyarakat.

Hasilnya, masih ditemukan produk makanan yang dijual tidak sesuai dengan ketentuan.

Kepala BBPOM, Leonard Duma mengatakan, BBPOM telah melakukan intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan dan jelang hari raya idul fitri 2021/1442 H.

Intensifikasi pengawasan ini dilaksanakan enam tahap, dimulai pada minggu pertama pada bulan April
yaitu sebelum bulan ramadaan sampai dengan setelah hari raya Idul Fitri yaitu akhir Mei 2021.

Baca juga: BPOM Kabupaten HSU Kirimkan Surat Peringatan ke Produsen Makanan

Baca juga: Awasi Makanan di Pasaran, BPOM HSU Masih Temukan Pedagang Pajang Barang Kadaluarsa

Baca juga: Lakukan Pengawasan ke Pedagang Pasar Terapung, BPOM Banjarmasin Luncurkan Kelotok Laboratorium

Sampai dengan tanggal 7 Mei 2021, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 44 sarana baik sarana retail
modern, gudang distributor, maupun pasar tradisional.

Hasilnya 14 sarana (31,82 %) Memenuhi Ketentuan dan 30 sarana ( 68,18 6) Tidak Memenuhi Ketentuan.

Total temuan produk sebanyak 775 kemasan (123 item) yang terdiri dari 77 (9,94 %) kemasan produk rusak, 227 (29,29 %) kemasan produk kedaluwarsa, dan 471 (60,77) kemasan produk Tanpa Izin Edar (TIE).

Terhadap temuan produk tersebut, telah diberikan tindak lanjut berupa perintah pemusnahan dan pengembalian produk ke supplier serta pembinaan untuk produk TIE yang diproduksi oleh industri rumah tangga.

Terhadap penjual ritel pangan yang ditemukan produk TIE rusak dankedaluwarsa diberikan sosialisasi tentang Cara Ritel Pangan yang Baik ( CRPB).

Selain pemeriksaan sarana, Balai Besar POM di Banjarmasin juga melakukan sampling dan pengujian terhadap 110 sampel pangan jajanan buka puasa/takjil.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved