Breaking News:

Lifestyle

Masih Pelajar SMK, Cewek Tabalong Ini Sudah Jadi Barista Kafe

Berawal dari melihat sebuah film tentang fllosofi kopi, membuat Lily Putrian, kini menjadi seorang barista di sebuah kafe di Tabalong

Penulis: Dony Usman
Editor: Hari Widodo
istimewa
Lily Putrian saat seduh kopi di kafe tempatnya bekerja. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Berawal dari melihat sebuah film tentang fllosofi kopi, membuat Lily Putrian, kini menjadi seorang barista di sebuah kafe yang ada di kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Kalsel.

Pekerjaannya sebagai barista yang dijalani sekitar satu tahuni ini berbarengan dengan statusnya yang sekarang masih tercatat sebagai seorang pelajar kelas 2 SMK Pugaan, Tabalong.

"Bekerja di Kedai Kangkuppii sebagai barista, karena jam kerjanya dari sore jadi saya bisa membagi waktu sekolah dan bekerja," kata cewek kelahiran tahun 2002 ini.

Menurut gadis yang biasa disapa Lily ini ketertarikannya dengan kopi sudah muncul sejak masih duduk di bangku SMP setelah iseng melihat film tentang filosofi kopi.

Baca juga: Bermula dari Penikmat Kopi, Mahasiswi Fakultas Hukum ULM Ini Kini Jadi Barista di Barabai

Baca juga: Berjuang Jadi Barista Profesional, Begini Pengalaman Sipa Ditengah Keterbatasan Penglihatan

Baca juga: KalselPedia : Kedai Kopi dan Perempuan di Banjarmasin

Dari situ kemudian dikenalkan lagi serta diajari beberapa teman-temannya yang juga seorang barista bagaimana tata cara menyeduh kopi.

"Jadi yang membikin tertarik itu karena kopi itu beda, cara penanamannya, cara memasak atau pengnyangraian dan cara penyeduhan di tangan barista hingga sampai ke pelanggan atau penikmat kopi," ungkap warga Desa Sei Anyar, Kecamatan BanuaLawas, Tabalong.

Keseriusannya menjadi seorang barista ini juga membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan seduhan kopi terbaik dalam lomba di Balangan tahun 2021.
(banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved