Breaking News:

Berita Banjarbaru

Tegas Tidak Akan Merubah Penutupan Tempat Wisata dan Mal, Wali Kota Banjarbaru Sebut Ditawari Uang

Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin tegas tidak akan merubah kebijakan penutupan tempat wisata dan mal.

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Hari Widodo
Humpro Setdako Banjarbaru
Wali Kota Banjarbaru H Aditya Mufti Ariffin tegas tidak merubah kebijakan penutupan tempat wisata hingga mal selama libur lebaran., Selasa (11/5/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ancaman gugatan Class Action atas keputusan bersama Forkompinda Banjarbaru yang menutup sementara tempat wisata, jasa hiburan dan mall selama perayaan hari raya Idul Fitri 1442 terhitung sejak Selasa hingga Minggu (11-16/5/2021) tidak membuat Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin bergeming.

Ancaman itu disampaikan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI) Kalsel melalui ketuanya Fauzan Ramon karena merasa Qmall yang merupakan salah satu mal di Banjarbaru rugi atas keputusan itu Rp 1 miliar sehari.

"Kami tidak akan sedikit pun mengubah keputusan ini karena ini demi kebaikan masyarakat Banjarbaru semata," ujar  Ovie sapaannya Selasa siang.

Ovie mengaku hal ini sudah terkait dengan kemanusian bukan lagi soal untung rugi atau ekonomi.

Baca juga: Penutupan Tempat Hiburan hingga Mall di Banjarmasin, Sanksi Menanti Bagi yang Bandel

Baca juga: Resmi, Pemko Banjarmasin Minta Mal Tutup Selama Empat Hari

Baca juga: Cegah Ledakan Corona Pasca Libur Lebaran, Tempat Wisata dan Mal di Banjarbaru Wajib Tutup Enam Hari

"Saya tidak ingin penyebaran pandemi Covid 19 semakin meluas. Ini juga akan menjadi kerugian daerah sebab daerah akan menjadi beban untuk biaya penangan dan pemberian insentif Nakes Covid 19," jelas dia.

Soal ancaman gugatan Ovie mengaku, hal itu tidak membuatnya berubah pikiran. Sebab dasar hukum untuk keputusan itu sudah ada.

"Lihat di Tanah laut, Tanah Bumbu dan Kabupaten Banjar mereka juga menutup tempat keramaian sejak Selasa ini karena berbagai perhitungan begitu juga Banjarbaru," kata dia.

Bahkan Ovie secara terbuka menyatakan ada salah satu pihak yang menawarkan sejumlah uang untuk mengubah keputusannya itu.

"Kalau mau buka bukaan saya jujur saja ada pihak menawarkan uang ke saya untuk mengubah keputusan ini. Ini bukti wa (WhatsApp) nya ada Yusuf (staf khusus) juga pernah dihubungi akan dikirimkan uang dan paket untuk mengubah keputusan dengan hitungan perhari," kata Ovie.

Walau diancam gugatan dan diimingi uang Ovie menegaskan tidak akan merubah tanggal penutupan telat keramaian karena tidak ada hal yang mendasari.

Baca juga: Resmi, Pemko Banjarmasin Minta Mal Tutup Selama Empat Hari

Apalagi kata dia sejumlah perusahaan dan instansi sudah meliburkan karyawannya sejak Selasa hingga weken ini. Sehingga bisa dipastikan mereka akan menuju tempat tempat keramaian.

"Kalau Covid 19 melonjak di Banjarbaru siapa yang mau bertanggung jawab," pungkas dia.

(Banjarmasin post.co.id/Khairil rahim)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved