Breaking News:

Berita Tabalong

Kafe di Tabalong Kembali Disidak Petugas Gabungan, 10 Orang Jalani Rapid Antigen

Razia kafe dan tempat tongkrongan untuk memastikan kepatuhan terhadap jam operasional dan penerapan protokol kesehatan (prokes) kembali dilakukan petu

banjarmasinpost.co.id/donyusman
Pengunjung kafe di Tabalong jalani rapid antigen. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG-Razia kafe dan tempat tongkrongan untuk memastikan kepatuhan terhadap jam operasional dan penerapan protokol kesehatan (prokes) kembali dilakukan petugas gabungan di Kabupaten Tabalong, Kalsel.

Bertepatan dengan malam terakhir Ramadan 1442 H, Selasa (11/5/2021) petugas gabungan mulai bergerak sekitar pukul 22.00 wita untuk melakukan penyisiran sesuai rute yang telah ditentukan.

Adapun petugas gabungan yang turun ke lapangan terdiri dari Satpol PP, Kepolisian, TNI, Dinkes Disporapar dan juga pihak kecamatan.

Dalam penyisiran hingga tengah malam ini kebanyakan memang didapati tempat tongkrongan, baik kafe, angkringan dan biliar sudah tutup.

Baca juga: Jalani Rapid Test di Pos Pam Binuang, Pemudik Tujuan Amuntai Reaktif Covid-19, Petugas Lakukan Ini

Baca juga: Polres HST Gelar Test Rapid Antigen, Mulai Anggota Balakar Hingga Petugas Parkir

Baca juga: Petugas Pos Pengamanan Lebaran Siapkan Rapid Test Antigen untuk yang Masuk Kabupaten HSU

Baca juga: Masih Sodok Bola, Pengunjung Biliar di Kabupaten Tabalong Jalani Rapid Antigen

Hanya ada dua kafe yang kedapatan masih buka melebihi pukul 22.00 wita, masing-masing Dimmu di kawasan jalan raya Pandan Arum dan juga Tusuk di kawasan Mabuun.

Mendapati hal ini, sebelum membubarkan, petugas gabungan memberikan peringatan kepada pengelola maupun pengunjung agar tidak mengulangi lagi.

Selain itu ada 8 orang pengunjung, 1 pengelola dan 1 warga umum yang harus menjalani pemeriksaan kesehatan melalui rapid antigen di tempat.

Kasatpol PP Tabalong Abdul Halim, mengatakan, dalam razia kali ini ada 10 kali dilakukan pemeriksaan rapid antigen di tempat dan hasilnya tidak ada yang terindikasi positif.

"Sasaran malam ini bukan hanya kafe tapi juga ke angkringan," katanya.

Halim juga menegaskan terhadap tempat yang kedapatan melanggar telah mereka tindak lanjuti dengan melayangkan surat peringatan.

Apabila ternyata kedapatan mengulangi lagi maka sanksi tegas berupa penutupan akan diberikan.

"Kegiatan ini akan terus kami lakukan, tidak hanya di wilayah kecamatan Murung Pudak saja," katanya.

Tujuannya tidak lain agar bisa mencegah adanya potensi penularan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (banjarmasinpost.co.id/donyusman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved