Breaking News:

Berita Tabalong

VIDEO Petugas Kabupaten Tabalong Operasi Yustisi, Masih Ada Saja yang Langgar Ketentuan

Petugas operasi yustisi temukan kafe masih buka di atas jam 10 malam, Dimmu di Jalan Raya Pandan Arum dan Tusuk di Mabuun, Kabupaten Tabalong, Kalsel.

Penulis: Dony Usman
Editor: Alpri Widianjono

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG -  Bertepatan malam terakhir Ramadan 1442 H, Selasa (11/5/2021), petugas gabungan bergerak mulai pukul 22.00 Wita untuk melaksanakan operasi yustisi.

Petugas gabungan yang turun ke lapangan terdiri dari Satpol PP, Kepolisian, TNI, Dinkes Disporapar dan juga pihak kantor Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam penyisiran hingga tengah malam, kebanyakan memang didapati tempat tongkrongan, baik kafe, angkringan dan biliar sudah tutup.

Hanya ada dua kafe yang kedapatan masih buka melebihi pukul 22.00 Wita, masing-masing Dimmu di kawasan Jalan Raya Pandan Arum dan juga Tusuk di kawasan Mabuun.

Baca juga: Atur Pelaksanaan Malam Takbiran dan Salat Idul Fitri 1442 H, Bupati Tabalong Terbitkan Surat Edaran

Baca juga: Prokes Ketat Saat Salat Idul Fitri, Masker Dibagikan untuk Warga Hikun Kabupaten Tabalong

Mendapati hal ini, sebelum membubarkan, petugas gabungan memberikan peringatan kepada pengelola maupun pengunjung agar tidak mengulangi lagi.

Selain itu ada 8 orang pengunjung, 1 pengelola dan 1 warga umum yang harus menjalani pemeriksaan kesehatan melalui rapid antigen di tempat.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tabalong, Abdul Halim, mengatakan, dalam razia kali ini ada 10 kali dilakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen di tempat dan hasilnya tidak ada yang terindikasi positif.

"Sasaran malam ini bukan hanya kafe, tapi juga ke angkringan," katanya.

Baca juga: VIDEO Petugas Razia Kafe di Kabupaten Tabalong, Temukan Pengunjung Masih Asyik Nongkrong

Baca juga: Kebakaran di Kalsel, Api Berkobar di Rumah Kosong Warga Muara Uya Tabalong

Halim juga menegaskan terhadap tempat yang kedapatan melanggar, telah ditindak lanjuti dengan melayangkan surat peringatan.

Apabila ternyata kedapatan mengulangi lagi, maka sanksi tegas berupa penutupan akan diberikan.

"Kegiatan ini akan terus kami lakukan, tidak hanya di wilayah Kecamatan Murung Pudak, tapi juga yang lain. Tujuannya tidak lain agar bisa mencegah adanya potensi penularan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tandas dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved