Breaking News:

Berita HST

Banjir Kalsel di Haruyan Kabupaten HST Berangsur Surut, Warga Sudah Beraktivitas Normal

Banjir kalsel di sejumlah desa di Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah sudah surut dan kondisi sudah kembali normal seperti biasa

Penulis: Noor Masrida | Editor: Dwi Sudarlan
Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida
Penampakan sisa banjir merendam sebagian wilayah di Desa Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (14/5/2021) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, HARUYAN - Banjir Kalimantan Selatan di sejumlah desa di Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sudah surut dan kondisi sudah kembali normal seperti biasanya.

Hal ini disampaikan Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Hulu Sungai Tengah (BPBD HST), H Budi Haryanto, Jumat (14/5/2021) siang.

Banjir sempat merendam sejumlah desa di kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, seperti di desa Haruyan, Haruyan Seberang, Lok Buntar, Mangunang, Pengambau Hilir Luar, dan Pengambau Hilir Dalam.

Dikatakan Budi, air sendiri sempat naik sekitar pukul 19.00 Wita dengan ketinggian mencapai 60 cm saat Kamis (13/5/2021). Setelah itu berangsur-angsur surut pada pukul 23.00 Wita.

"Sebagian daerah yang banjir adalah di daerah aliran sungai," papar Budi kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca juga: Banjir di Haruyan Mulai Surut, Warga Tetap Waspada

Baca juga: Tempat Wisata Rumah Singgah Terapung Desa Banyu Hirang HSU Masih Ditutup

Baca juga: Hari Kedua Luapan Sungai Satui, 219 Balita dan 136 Lansia Terdampak Banjir

Masih menurut Budi, air juga naik secara berkala, lantaran di kawasan tersebut tidak terjadi pertemuan aliran sungai.

Sehingga warga pun sudah bersiap menyelamatkan barang maupun mengevakuasi anggota keluarga yang sudah lansia ke tempat yang lebih aman.

"Jadi, air naiknya pelan-pelan dulu, sehingga warga pun sempat menyelamatkan barang seperti elektronik atau kasur ke tempat yang lebih tinggi," lanjutnya.

Dari laporan diterima, kawasan yang terdampak banjir paling parah adalah di wilayah Haruyan Seberang, lantaran di daerah tersebut berhadapan langsung dengan aliran sungai.

"Ada sekitar 376 KK yang terdampak di sana, dan kabarnya warga pun sempat mengungsi di salah satu masjid setempat," ujar Budi.

Belajar dari pengalaman, Budi pun mengimbau warga supaya tetap waspada akan adanya banjir susulan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved