Breaking News:

Puasa Senin Kamis

BACAAN Niat Puasa Senin Kamis Pertama Bulan Syawal 1442 H, Dilengkapi Doa Berbuka dan Artinya

Hari ini Senin pertama di bulan Syawal 1442 H. Selain menjalankan ibadah puasa Syawal, juga bisa sekaligus mengerjakan ibadah puasa Senin Kamis.

Editor: Anjar Wulandari
Tribunnews.com
Ilustrasi. BACAAN Niat Puasa Senin Kamis Pertama Bulan Syawal 1442 H, Dilengkapi Doa Berbuka dan Artinya 

Rasulullah menuturkan beberapa manfaat yang dapat dipetik jika berpuasa pada hari Senin dan Kamis, di antaranya:

1. Hari Kelahiran Rasulullah, Penetapan Kenabian, dan Diturunkannya Al-Qur'an

Nabi Muhammad SAW yang menjadi suri teladan umat Islam, dilahirkan pada hari Senin.

Beliau menerima wahyu pertama kali yang disampaikan oleh Jibril yang membawa risalah kenabian, juga pada hari Senin.

Berdasarkan penuturan Abu Qatadah ra, Rasulullah SAW bersabda:

"Itu adalah hari yang saya dilahirkan di dalamnya dan hari yang saya diangkat sebagai Rasul atau hari yang pada saya diturunkan Al-Qur'an." (HR Muslim)

2. Hari Pemeriksaan Amal

Pemeriksaan catatan amal sehari-hari manusia itu ternyata dilakukan pada hari Senin dan Kamis.

Maka jika pemeriksaan amal dilakukan pada saat kita sedang berpuasa, semoga nilai keburukan berkurang.

Sementara, semoga nilai amal kebaikan yang dilakukan pun akan bertambah.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda:

"Amal perbuatan itu diperiksa tiap hari Senin dan Kamis, maka saya suka diperiksa amalku sedang saya berpuasa." (HR Turmudzi)

3. Berharap Ampunan Allah SWT

Para sahabat bertanya-tanya ada apa dengan hari Senin dan Kamis, hingga Rasulullah SAW memberi perhatian khusus.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya amal-amal itu dipersembahkan pada tiap Senin dan Kamis, maka Allah berkenan mengampuni setiap muslim atau setiap mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan, maka firman-Nya: Tangguhkanlah keduanya." (HR Ahmad)

Baca juga: Niat & Tata Cara Menggabung Puasa Syawal Sekaligus Utang Puasa Ramadhan Menurut Ustadz Abdul Somad

Baca juga: Hati-hati Puasa 6 Hari Syawal Bisa Jadi Makruh Bahkan Haram, Simak Tata Cara dan Niatnya

Ada satu amal keburukan yang tak diberi toleransi oleh Allah SWT bagi pelakunya, yaitu bermusuhan dengan sesamanya.

Maka hal ini patut diperhatikan, untuk senantiasa rukun dengan rekan, saudara, kolega, dan orang sekitar.

Lantas bolehkah menggabungkan niat puasa Syawal dan puasa Senin Kamis?

Simak ulasan penggabungan niat puasa Syawal dan puasa sunah Senin Kamis.

Dilansir tribunnews.com, para ulama menyebut menggabungkan niat dua ibadah dengan at-Tasyrik fin Niyah atau Tadakhul an-Niyah.

Para ulama menyebutnya “at-Tasyrik fin Niyah” atau “Tadakhul an-Niyah” (menggabungkan niat).

Terdapat kaidah yang diberikan para ulama dalam masalah menggabungkan niat,

إذا اتحد جنس العبادتين وأحدهما مراد لذاته والآخر ليس مرادا لذاته؛ فإن العبادتين تتداخلان

"Jika ada dua ibadah yang sejenis, yang satu maqsudah li dzatiha dan satunya laisa maqsudah li dzatiha, maka dua ibadah ini memungkinkan untuk digabungkan. (‘Asyru Masail fi Shaum Sitt min Syawal, Dr. Abdul Aziz ar-Rais, hlm. 17)

Dari kaidah di atas, beberapa amal bisa digabungkan niatnya jika terpenuhi dua syarat.

Pertama, amal itu jenisnya sama.

Salat dengan salat, atau puasa dengan puasa.

Kedua, ibadah yang maqsudah li dzatiha tidak boleh lebih dari satu. Karena tidak boleh menggabungkan dua ibadah yang sama-sama maqsudah li dzatiha.

Dari keterangan di atas, puasa syawal termasuk ibadah maqsudah li dzatiha sementara Senin Kamis laisa maqsudah li dzatiha.

Sehingga niat keduanya memungkinkan untuk digabungkan. Dan insya Allah mendapatkan pahala puasa Syawal dan puasa Senin Kamis.

Dilansir Rumaysho.com, Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah ditanya, “Apakah puasa enam hari di bulan Syawal boleh dilakukan pada hari Senin dan Kamis lantas mendapatkan pahala puasa Senin dan Kamis?”

Jawab beliau, “Boleh seperti itu dan tidaklah masalah. Pahala yang diperoleh adalah pahala puasa Syawal enam hari dan puasa Senin Kamis.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

” إِذَا اتَّفَقَ أَنْ يَكُوْنَ صِيَامُ هَذِهِ الأَيَّامِ السِّتَّةِ فِي يَوْمِ الاِثْنَيْنِ أَوِ الخَمِيْسِ فَإِنَّهُ يَحْصُلُ عَلَى أَجْرِ الاِثْنَيْنِ بِنِيَّةِ أَجْرِ الأَيَّامِ السِّتَّةِ ، وَبِنِيَّةِ أَجْرِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ أَوِ الخَمِيْسِ ، لِقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى)” انتهى.

“Jika puasa enam hari Syawal bertepatan dengan puasa Senin atau Kamis, maka puasa Syawal juga akan mendapatkan pahala puasa Senin, begitu pula puasa Senin atau Kamis akan mendapatkan ganjaran puasa Syawal. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan pahala yang ia niatkan.” Demikian fatwa dari Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam Fatawa Islamiyyah, 2:154.”

Karena dia menggabungkan kedua niat ibadah itu, mendapatkan pahala sesuai dengan apa yang diniatkan.

Berkenaan dengan enam hari Syawal setelah Ramadhan, apakah harus dilakukan secara berturut-turut tanpa jeda?

Misal, seseorang ingin berpuasa dalam tiga sesi, pada dua hari akhir pekan.

Bukan suatu syarat yang perlu bahwa mereka harus berpuasa secara berurutan.

Jika berpuasa secara terpisah atau tidak berurutan, maka diperbolehkan.

Semakin cepat dilakukan, semakin baik, sesuai firman Allah berikut:

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

“Berlomba-lombalah berbuat kebajikan.” (QS. Al-Maidah: 48)

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133)

Nabi Musa AS berkata:

وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَى

“Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku).” (QS. Thaha: 84)

Dan, Anda harus cepat berpuasa enam hari ini, karena menunda dapat menyebabkan masalah.

Ini adalah pandangan para Syafii dan beberapa Hambali, tetapi tidak apa-apa jika Anda tidak mempercepatnya dan Anda menunda sampai pertengahan atau akhir bulan.

Imam Nawawi r.a. berkata

“Menurut ulama Syafi’iyah, puasa enam hari di bulan Syawal disunnahkan berdasarkan hadits di atas.

Disunnahkan melakukannya secara berturut-turut di awal Syawal.

Jika tidak berturut-turut atau tidak dilakukan di awal Syawal, maka itu boleh.

Seperti itu sudah dinamakan melakukan puasa Syawal sesuai yang dianjurkan dalam hadits.

Sunnah ini tidak diperselisihkan di antara ulama Syafi’iyah, begitu pula hal ini menjadi pendapat Imam Ahmad dan Daud.” (Al-Majmu’, 6: 276)

Berikut adalah lafadz niat Puasa Syawal lengkap dengan tata cara Puasa Syawal dan penjelasan keutamaannya.

Panduan melaksanakan Puasa Syawal, dilengkapi niat, tata cara, ketentuan, keutamaan puasa Syawal berikut.

Puasa Syawal
Puasa Syawal (Handover/ Tribun Timur)

*Lafadz Niat Puasa Syawal

Berikut ini niat untuk puasa sunnah di bulan Syawal :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawwal esok hari karena Allah SWT.”

Untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.

Ia juga dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Syawal pada siang hari.

Berikut ini lafalnya :

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawwal hari ini karena Allah SWT.”

Tata Cara Melakukan Puasa Syawal

Tata cara puasa Syawal sama dengan tata cara puasa lainnya secara umum, di antaranya:

1. Melafalkan niat
Jangan lupa berpuasa Syawal didasari dengan niat telebih dahulu.

2. Makan sahur
Disunnahkan makan sahur sebelum terbit fajar.

Namun, tidak makan sahur pun (misalnya terlambat bangun) tidak apa-apa jika kuat, dalam artian puasa tetap sah.

3. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa
Saat berpuasa, hendaknya senantiasa untuk menahan diri dari makan, minum serta hal lain yang dapat membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari, atau waktu Maghrib.

4. Berbuka puasa
Disunnahkan menyegerakan berbuka puasa ketika matahari terbenam, yakni bersamaan dengan masuknya waktu Maghrib. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Baca juga: Inilah Ibadah di Bulan Syawal yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW Selain Puasa 6, Menikah di Antaranya

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Syawal 1442 H Setelah Rayakan Idul Fitri 2021, Lengkap Tata Cara dan Ketentuannya

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Doa Niat Puasa Senin Kamis di Bulan Syawal 2021 dan Doa Berbuka Puasa Latin Arab dan Artinya,

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved