Breaking News:

Kuliner

Ramadhan Berlalu, Pebisnis Kuliner di Banjarbaru Ini Kini Beralih dari Bisnis Kue ke Makanan Berat

Ramadhan berlalu. Kini, Pebisnis kuliner ini beralih dari bisnis kue ke usaha makanan berat seperti gado-gado, pecel dan nasi kuning

banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Bisnis makanan berat seperto gado-gado, pecel, nasi kuning dan lainnya kini menjadi usaha yang digeluti pebisnis kuliner pasca ramadan dan idulfitri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Saat bulan Ramadan hingga mendekati lebaran momen paling pas adalah berbisnis kue kering maupun basah.

Lantas, bagaimana pasca lebaran, apakah masih laku? Mengingat kebiasaan masyarakat akan kembali seperti sedia kala.

Mungkin sebagian orang akan berpikir bahwa penjualan kue menurun. Tapi itu bukan berarti tak bisa lagi jualan kue, masih bisa, hanya saja perlu produk baru atau varian agar bisnis kuliner tetap berjalan. 

Selain itu bisa juga beralih pada jenis makanan berat. Pastinya selain karena para asisten atau pembantu rumah tangga umumnya belum aktif bekerja, hal ini juga dikarenakan konsumen membutuhkan inovasi produk kuliner pasca bulan Ramadan. 

Baca juga: Nongkrong Bersama Teman-teman, Ini Daftar Kuliner di Kafe 2Dara Ba Foodcourt Jorong Tanahlaut

Baca juga: Kuliner Kalsel, Sepuluh.11 Kafe Banjarmasin Sediakan Tempat Indoor dan Outdoor

Diakui Rara, pebisnis kuliner di Sungai Rancah, Banjarbaru, masih banyak peluang usaha kuliner yang dapat dimanfaatkan pasca lebaran bahkan bisa untuk jangka panjang. 

"Bisnis makanan memang tidak ada matinya, karena semua orang butuh makan dan minum. Jadi mau Ramadan, Lebaran maupun di luar waktu itu, bisnis makanan atau kuliner tetap diminati. Saya sendiri beralih dari jualan kue basah sekarang jualan makanan berat," jelasnya. 

Sebelumnya saat Ramadhan Rara lebih dominan berjualan kue basah yang cocok untuk takjil. Ada kakoleh, kolak pisang, bingka barandam, buko pandan, pisang gapit. 

Sekarang Rara beralih menjual gado-gado, nasi pecel, nasi kuning, yang merupakan makanan berat favorit masyarakat. Dan pasca lebaran responnya sangat baik. 

"Harganya hanya sepuluh ribuan per porsi. Alhamdulillah sejak pagi hingga menjelang sore cukup banyak konsumennya. Penjualan selain offline juga online," paparnya. 

Konsumen tak hanya warga sekitar rumah tapi juga warga dari sejumlah kawasan di Banjarbaru dan Martapura yang dilayani melalui jasa antaran.

Halaman
12
Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved