Breaking News:

Kriminalitas Banjarmasin

Pengungkapan Kasus Narkoba oleh Polda Kalsel Selama Ramadan, Modus Baru Terus Bermunculan

Ditresnarkoba Polda Kalsel amankan 26 tersangka kasus narkoba, 2.261 gram sabu, 10,56 gram tembakau gorila dan 897 pil ekstasi selama Ramadan 2021

BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Kepala Bagian Binopsnal Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan, AKBP H Budiyanto, menunjukkan barang bukti sabu hasil pengungkapan kasus narkoba oleh pihaknya saat Ramadan 2021, Selasa (18/5/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejumlah kasus narkoba berhasil dibongkar Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Selatan selama Ramadan tadi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Tri Wahyudi, melalui Kabag Binopsnal, AKBP H Budiyanto, Selasa (18/5/2021), menyebut ada 19 kasus.

Dari pengungkapan itu, berhasil diamankan sebanyak 26 tersangka dan barang bukti yang disita paling banyak berupa narkotika golongan 1 jenis sabu sebanyak 2.261 gram, 10,56 gram tembakau gorila dan 897 pil ekstasi. 

"Jika dibandingkan sebelum Ramadan rata-rata di atas 20 kasus, 19 pun artinya tidak berkurang signifikan. Dapat dikatakan aktivitas ini (peredaran gelap narkotika) masih tinggi," kata AKBP Budiyanto. 

Baca juga: Narkoba Kalsel : Ciduk Dua Buruh di Banjarmasin, Petugas Ditresnarkoba Nyamar Beli Sabu

Baca juga: Narkoba Kalsel, Bawa 45,73 Gram Sabu, Pria HST Dibekuk di Depan Pos Penyekatan Batas Kaltim-Kalsel

Sedangkan jika dimasukkan data pengungkapan kasus serupa oleh Polres/ta jajaran Polda Kalsel, total kasus sebanyak 145 dengan tersangka yang diamankan sebanyak 178 orang. Barang bukti sabu, lebih dari 7,5 kg. 

Tak hanya jumlah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika yang diyakini masih tinggi, sebutnya, para anggota sindikat pengedar juga menggunakan cara baru dalam melancarkan bisnis haram ini. 

Termasuk pada sisi distribusi, kata AKBP Budiyanto, ada jaringan yang menggunakan metode seolah membuang paket sabu di jalan dan setelah itu diambil anggota jaringan di bawahnya. 

Hal ini, diyakini dilakukan untuk mengurangi adanya transaksi atau pertemuan fisik antar satu anggota dengan anggota lain dalam jaringan peredaran gelap narkoba, sehingga makin mengaburkan jejak distribusi.

Baca juga: Narkoba Kalsel, Jelang Idulfitri, Penjaga Toko di Banjarmasin Kedapatan Simpan 7 Ons Sabu di Rumah

Baca juga: Narkoba Kalsel, Dua Kakak Adik Dibekuk Satresnarkoba Banjarmasin, Sabu Lebih 2 Kg Disita

Contohnya pada pengungkapan kasus yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Kalsel tanggal 6 Mei 2021, seorang tersangka berinisial AA kedapatan menguasai 719,52 gram sabu saat ditangkap. 

"Awalnya kami dapat informasi, lalu dalam penyelidikan jadi incaran. Orang bersangkutan bukan pengedar kelas kecil. Pengakuannya, peredaran dilakukan di Banjarmasin dengan cara lempar di jalan," bebernya. 

Fenomena masih terjadinya peredaran gelap dan atau penyalahgunaan narkotika ini, kata AKBP Budiyanto , menunjukkan bahwa masih sangat diperlukannya peran serta seluruh stakeholder khususnya masyarakat untuk sama-sama memberikan edukasi terhadap sesama terkait bahaya narkoba. 

Tersangka berinisial AA beserta barang bukti 7 Ons lebih sabu diamankan petugas Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kalsel
Tersangka berinisial AA beserta barang bukti 7 Ons lebih sabu diamankan petugas Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kalsel (Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kalsel)

"Kami melakukan penindakan, preventifnya dilakukan imbauan-imbauan, juga penyuluhan terhadap sejumlah segmen masyarakat termasuk secara daring. Tapi peran serta masyarakat juga tetap sangat diperlukan untuk menekan peredaran narkoba," ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved