Breaking News:

Berita Banjarmasin

Tertunggak Sejak Januari 2021, Gaji Puluhan Nakes di Banjarmasin Segera Dicairkan

Gaji 74 tenaga kesehatan (nakes) di Banjarmasin yang menangani Covid-19 sejak Januari 2021 belum dibayarkan

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Ilustrasi-Petugas kesehatan di Banjarmasin sedang melakukan vaksinasi Covid-19. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gaji puluhan tenaga kesehatan (nakes) di Banjarmasin khususnya terkait dengan penanganan Covid-19 di beberapa Puskesmas sejak beberapa bulan lalu belum juga cair.

Adapun nakes yang belum menerima gaji tersebut sebanyak 74 orang, dan insentif yang belum diterima terhitung sejak Januari 2021.

Terkait hal ini Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Banjarmasin, Subhan Noor Yaumil pun membenarkan bahwa gaji puluhan nakes tersebut belum dicairkan.

Subhan menerangkan belum dicairkannya gaji puluhan nakes yang bersumber dari APBN atau dari pusat tersebut berkaitan dengan proses administrasi.

Baca juga: HARI Ini Insentif Nakes Covid-19 Cair, Perawat Dapat Rp 7,5 Juta Sebulan

Baca juga: Insentif Nakes Dibebankan Ke Daerah, Banjarbaru Siapkan Rp 32 Miliar

Pasalnya sebelumnya pihaknya belum menerima pengajuan atau permohonan untuk pencairan gaji puluhan nakes tersebut.

Meskipun demikian, Dinkes Banjarmasin lanjutnya sudah mengajukkan permohonan sehingga langsung diproses oleh pihaknya.

"Dari Kepala Dinkes Banjarmasin sudah datang ke kita dan mengajukkan permintaan, dan sudah mulai diproses mulai hari ini. Kalau memang lengkap, mudahan besok sudah bisa dicairkan," katanya, Selasa (18/5/2021) siang.

Ditanya mengenai alasan tertundanya gaji nakes hingga beberapa bulan tersebut, karena memang dananya pun baru saja diterima dari pusat.

"Sebelum lebaran tadi baru masuk dananya," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinkes Banjarmasin yakni Machli Riyadi pun membenarkan bahwa pihaknya pun sudah mengajukkan ke Bakeuda terkait pencairan gaji nakes tersebut.

"Sudah kami ajukan di Bakeuda. Mudahan besok bisa dicairkan," terangnya.

Baca juga: Insentif Nakes Tangani Covid-19 Belum Cair, Ini Kata Kadinkes Kalsel

Disinggung mengenai terlambatnya pengajuan ke Bakeuda, Machli membeberkan karena berbagai faktor, mulau dari petunjuk teknis (juknis) ynag baru saja diterima hingga menyesuaikan dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

"Selain itu ada persyaratan dari kementerian harus menginput seluruh program kegiatan yang dijalankan," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved