Breaking News:

Berita HST

EWS di Sungai Alat Hilang Terbawa Arus, HST Butuh Pendeteksi Banjir

Sistem Pendeteksi Banjir, Early Warning System (EWS) di Sungai Alat Hantakan hilang terbawa saat banjir bandang.

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/hanani
Warga memantau kondisi sungai Alat di Kecamatan Hantakan,Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Ketinggian sungai di desa tersebut menjadi indikasi bagi warga di Kecamatan Barabai untuk waspada jika sungainya meluap, Rabu (19/5/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BARABAI - Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) membutuhkan alat pendeteksi banjir. Sebab, Early Warning System (EWS) yang dulu dimiliki dan dipasang di Sungai Alat, Kecamatan Hantakan, hilang terbawa arus banjir bandang pada 14 Januari 2021.

Sistem pendeteksi tersebut penting mengingat HST salah satu daerah di Kalsel yang rawan banjir. 

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HST  Budi Haryanto,kepada banjarmasinpost.co.id mengatakan, pihaknya akan mengusulkan Pemkab HST kembali memilki alat tersebut untuk dipasang di tiga sungai,yaitu Sungai Batang Alai,Sungai Alat dan Sungai di Haruyan.

Dijelaskan, EWS  berbasis curah hujan dan level ketinggian muka air untuk meminimalkan dampak korban jiwa dan kerugian harta benda akibat kejadian.

Baca juga: Banjir Kalsel, Rumah Warga di Sungai Danau Kabupaten Tanbu Terendam Lagi

Baca juga: Banjir Kalsel, Korban Banjir di Satui Tanbu Perlukan Perlengkapan Balita dan Manula

Alat tersebut, dapat melakukan pemantauan data curah hujan dan ketinggian air sungai secara berlanjut.

Untuk sementara, pihaknya memasang indikator pengukur kedalaman air, sebagai indikasi untuk memberikan informasi kepada warga kapan harus waspada atau siaga.

Indikator tersebut kata Budi dipasang di sejumlah titik sungai, salah satunya di Sungai Barabai di seberang jalan Ulama.

"Indikatornya dikasih warna hijau dan merah. Biasanya kalau di warna merah, terjadi luapan air sampai  ke jalan dan permukiman. Kalau masih hijau,debit air masih aman, namun tetap waspada,"jelasnya.

Disebutkan, untuk saat ini, kondisi cuaca masih berubah-ubah, dan sesuai data BMKG curah hujan tinggi masih memungkinkan terjadi sampai Juni 2021. 

Baca juga: Kalsel Berstatus Siaga Satu Banjir, Ini Respons Pemerintah Kota Banjarmasin

Persiapan siaga banjir dan tanah longsorpun terus dilakukan dengan terus  memantau kondisi curah hujan di wilayah hulu pegungan Meratus Hantakan, Batang Alai Timur maupun Haruyan yang berhulu di sungai HSS.

Budi pun mengimbau warga tak mudah percaya informasi yang beredar di medsos, yang berpotensi menimbulkan kepanikan. Sebab, jika ada kenaikan debit air di pegunungan, BPBD HST bersama TNI/Polri akan menginformasikan secara resmi kepada warga jika terjadi kenaikan drastis debit air di wilayah hulu. (Banjarmasinpost.co.id/hanani) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved