Breaking News:

Berita Banjarmasin

Jelang PSU Pilgub Kalsel, PLH Sekdako Banjarmasin : Netralitas ASN Harga Mati

Pemko Banjarmasin pun kembali menekankan terkait dengan pentingnya netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) saat pelaksanaan PSU Pilgub Kalsel 2020

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Mukhyar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Suhu politik jelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalimantan Selatan (Kalsel) 2020 yang akan digeber 9 Juni 2021 mulai meningkat, khususnya di beberapa wilayah pelaksanaan PSU.

Dan seperti diketahui, salah satu kecamatan di Banjarmasin yakni Kecamatan Banjarmasin Selatan juga akan menjadi lokasi pelaksanaan PSU.

Terkait hal ini pula, Pemko Banjarmasin pun kembali menekankan terkait dengan pentingnya netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) saat pelaksanaan PSU Pilgub Kalsel 2020.

"Kan sudah jelas ada aturannya bahwa ASN harus netral dan itu harga mati," ujar PLh Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin, Mukhyar hari ini Rabu (19/5/2021).

Baca juga: Jelang PSU Pilgub Kalsel 2020, Denny Indrayana Terkonfirmasi Positif Covid-19

Baca juga: Kebijakan Libur Kerja Saat PSU Pilgub Kalsel Akan Diumumkan 2 Minggu Sebelum Pencoblosan

Pemko Banjarmasin pun lanjut Mukhyar tak segan-segan akan memberikan sanksi kepada ASN yang mengabaikan himbauan terkait netralitas ASN tersebut.

"Ada sanksi ketika aturan itu dilanggar, dan bisa saja sampai diberhentikan," katanya.

Mukhyar pun juga berharap semua perangkat yang ada di kecamatan hingga tingkat kelurahan, khususnya yang berada di wilayah PSU juga menjaga netralitas ASN ini.

"Kami himbau semua ASN netral, termasuk perangkat di tingkat kelurahan," jelasnya.

Himbauan terkait netralitas ASN ini sendiri dikemukakan oleh Mukhyar saat mendampingi Sekretaris Kecamatan Banjarmasin Selatan yakni Satriawan Ramadhana melakukan klarifikasi atau bantahan.

Baca juga: Persiapan PSU Pilgub Kalsel 2020, KPU Banjarmasin Melantik Puluhan PPK dan PPS

Pasalnya sempat beredar sebuah video dari salah satu Calon Gubernur Kalsel 2020, yang menyebutkan ada sekretaris kecamatan yang menjadi tim relawannya.

"Yang di dalam video yang beredar dan menyebutkan ada ASN menjadi tim relawan itu hanya salah mengucapkan saja. Maksudnya adalah sekretaris tim relawan Kecamatan Banjarmasin Selatan, tapi yang terucap sekretaris Kecamatan Banjarmasin Selatan," pungkasnya.(banjarmasinpost.co.id/frans rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved