Pilkada Kalsel 2021

Spanduk Bernada Provokatif Bermunculan Jelang PSU Pilgub, Warga Banjarmasin Selatan Lapor ke Bawaslu

Menjelang pelaksanaan PSU Pilgub Kalsel 2021, Warga Banjarmasin Selatan melaporkan spanduk dan stiker bernada provokatif ke Bawaslu

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
Rizky untuk BPost
Warga melapor ke Bawaslu Banjarmasin terkait keberadaan spanduk-spanduk bernada provokatif jelang pelaksanaan PSU Pilgub Kalsel 2020, Jumat (21/5/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Suhu politik di Banjarmasin terus meningkat jelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Selatan (Kalsel) 2020 yang akan dihelat pada 9 Juni 2021.

Hari ini Jumat (21/5/2021), beberapa warga khususnya yang berada di wilayah PSU yakni Kecamatan Banjarmasin Selatan mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banjarmasin.

Kedatangan warga ke Bawaslu Banjarmasin ini tidak lain melaporkan bermunculannya spanduk bahkan stiker yang bernada provokatif terkait dengan PSU Pilgub Kalsel 2020.

Adapun di antaranya dari sekian banyak spanduk yang tersebar, berbunyi “Ambil Duitnya Tapi Jangan Cucuk Urangnya (Ambil uangnya tapi jangan coblos orangnya)”. 

Baca juga: Jelang PSU Pilgub Kalsel 2020, Ketua KPU Tapin : Persiapan Masih Terus Berjalan 

Baca juga: Hadiri Rapat Persiapan PSU Pilgub Kalsel, Wabup Tapin Pastikan Daerah PSU Libur Kerja

Juga ada pula spanduk sedikit bernada ancaman yakni “Peringatan!!! Gasan Nang Handak Curang, Pemberi dan Penerima Uang Dalam Pilkada Dapat Dipidana" dan sebagainya.

Spanduk-spanduk semacam ini pun diketahui tersebar di beberapa titik, dan rupanya membuat warga pun terusik bahkan resah hingga kemudian mendatangi Bawaslu Banjarmasin untuk melaporkannya.

“Fitnah seperti ini menganggap seolah-olah kami akan berlaku curang, akan melakukan pelanggaran dan merusak jalannya PSU,” kata warga Kecamatan Banjarmasin Selatan, Ramli saat melapor.

Ramli pun saat itu berharap Bawaslu Banjarmasin bisa mengambil sikap agar tidak semakin berkembang.

“Kami meminta Bawaslu agar bertindak tegas dan proaktif untuk menghentikan upaya-upaya dari pihak tertentu yang menyudutkan masyarakat,” katanya, usai melapor.

Dia meminta Bawaslu maupun aparat Satpol PP untuk turun membersihkan spanduk-spanduk serta stiker yang dianggap ilegal dan menurutnya terkesan memfitnah masyarakat.

“Kami tunggu 2x24 jam untuk membersihkan. Bila tidak, kami yang lakukan sendiri,” ancamnya.

Ramli membeberkan, spanduk dan stiker itu terpasang di berbagai tempat dan jalan. Ada yang bergantung di pohon, teras rumah bahkan di bagian atap depan rumah warga.

"Hal ini tentu sangat meresahkan, seolah-olah memfitnah masyarakat yang akan memilih pada pelaksanaan PSU nantinya dikarenakan uang," ujarnya

Saat ditanya siapa sebenarnya yang memasang media sosialisasi anti politik uang itu, Ramli mengaku bahwa dirinya serta warga sekitar sama sekali tidak mengetahuinya.

"Karena saya merasa tidak pernah mengeluarkan izin. Makanya kita juga tidak mengetahui, siapa sebenarnya pelaku yang memasangkan spanduk dan stiker yang sudah meresahkan warga ini," ungkap Ketua RT di salah satu wilayah di Kelurahan Kelayan Barat ini.

Komisioner Bawaslu Banjarmasin, Rahmadiansyah mengaku akan menindaklanjuti laporan tersebut. Namun, pihaknya mengaku perlu meminta beberapa keterangan lagi dari sejumlah pihak terkait.

Lagi pula dalam PSU ini lanjutnya sudah tidak ada lagi tahapan kampanye.

Baca juga: Jelang PSU Pilgub Kalsel 2020, Denny Indrayana Terkonfirmasi Positif Covid-19

“Nanti akan kita minta keterangan lagi, karena masih ada beberapa yang perlu dilengkapi. Titiknya dimana saja, untuk ditindaklanjuti,” tutupnya.

Sekadar diketahui Pilgub Kalsel 2020 diikuti oleh dua pasangan calon (paslon) yakni H Sahbirin Noor-H Muhidin (nomor urut 01) dan H Denny Indrayana-Difriadi Drajat (nomor urut 02).(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved