Breaking News:

Berita Banjarmasin

295 Peserta Seleksi Calon Bintara Polri Kiriman Lima Polres di Kalsel Jalani Tes Psikologi

Masih berlanjut, sebanyak 295 orang peserta seleksi Calon Bintara Polri mengikuti tes psikologi tahap I yang digelar oleh Panitia Daerah Polda Kalsel.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Edi Nugroho
Humas Polda Kalsel
Ratusan peserta seleksi Calon Bintara Polri ikuti tes psikologi tahap I yang dilaksanakan terbagi di tiga lokasi di Banjarmasin 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masih berlanjut, sebanyak 295 orang peserta seleksi Calon Bintara Polri mengikuti tes psikologi tahap I yang digelar oleh Panitia Daerah Polda Kalsel.

295 orang ini merupakan peserta kiriman yang telah lolos seleksi awal dari lima Polres Polda Kalsel yaitu Polres Balangan, Polres Tabalong, Polres Tanah Bumbu, Polres Kotabaru dan Polres Barito Kuala.

Dimana sebelumnya, mereka telah menjalani seleksi administrasi dan tes kesehatan tahap I.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto melalui Karo SDM Polda Kalsel Kombes Pol Nanang Masbudi Minggu (23/5/2021) mengatakan, tes psikologi tahap I untuk Calon Bintara sudah digelar sejak Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Makin Mendekati Tahapan Akhir, 304 Calon Bintara Polri Jalani Tes Psikologi Tahap I di Kalsel

Baca juga: Polres Banjar Lakukan Seleksi Awal Penerimaan Calon Bintara Tahun 2020

Baca juga: Polres Banjar Seleksi Calon Bintara Tahun 2020, Ini Jumlah Pesertanya

Baca juga: Peserta Seleksi Calon Bintara di Polres Tabalong, Lalui Tahapan Pemeriksaan Administrasi Awal

Tes dilaksanakan di tiga lokasi terpisah yaitu di SMKN 1, SMKN 2 dan SMKN 4 Banjarmasin.

Dijelaskannya, tes psikologi merupakan tahapan tes untuk menggali kondisi pribadi individual yang tidak kasat mata.

"Tes ini dinilai cukup penting, terutama dalam memilih calon yang berkualitas dari aspek psikis dan ketahanan mental," kata Kombes Pol Nanang Masbudi.

Ia menjamin, rangkaian proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan dengan prinsip clean and clear tanpa ada Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Menurutnya, tahapan seleksi yang bersih dan akuntabel merupakan salah satu tolak ukur reformasi internal Polri.

Seluruh tahapan seleksi juga mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis (BETAH).

"Tes psikologi juga dilaksanakan dengan pengawasan ketat mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang hasilnya langsung diumumkan agar tidak ada celah dan menghindari dugaan-dugaan penyimpangan," kata Karo SDM.

Penekanan akan transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi kata Karo SDM begitu penting dalam mewujudkan Polri yang Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan (Presisi).

"Dari tahapan awal ini sangat menentukan agar sumber daya manusia Anggota Polri ke depan lebih profesional," ucapnya. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved