Breaking News:

BTalk

BTalk: Wawancara Ekslusif dengan Arga dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Palangkaraya

Dokter hewan Arga Sawung Kusuma dalam BTalk sebut 8 tahun tangani orang utan di BOSF Nyarumenteng Palangkaraya. Ular hingga beruang juga ditanganinya.

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/AYA SUGIANTO
Dokter hewan Arga Sawung Kusuma dari Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Palangkaraya, mengisahkan pengalamannya dalam menangani orang utan di pusat rehabilitasi di Nyarumenteng, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sejak 8 tahun silam, dipandu jurnalis Banjarmasin Post, Agus Rumpoko, Senin (24/5/2021) sore. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Sosok Arga Sawung Kusuma sudah mengabdikan diri sebagai dokter hewan di Pusat Rehabilitasi Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Nyarumenteng, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sejak 8 tahun silam.

Lelaki lulusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini mengaku suka tantangan ketika menangani Orang utan.

Dalam acara BTalk yang dipandu Jurnalis Banjarmasin Post, Agus Rumpoko, , Senin (24/5/2021) sore, Arga panggilan dokter muda ini mengaku sejak sepuluh tahun lalu sudah bekerja di Pusat Rehabilitas Uwa-uwa di Muara Teweh selama dua tahun.

Kemudian pada 2013  bekerja di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyarumenteng, Palangkaraya, Kalteng, milik BOSF.

Baca juga: Pencegahan Corona, Borneo Orangutan Survival Tutup Kunjungan Tamu ke Nyaru Menteng Palangkaraya

Baca juga: BPBD Palangkaraya Minta Warga Waspadai Karhutla Jelang Kemarau

Arga mengaku suka tantangan dan sejak masih kuliah ingin ke Kalimantan karena masih banyak hutannya.

Hingga kemudian, bergabung Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) sampai saat ini. Berikut ini Wawancara Ekslusif dengan Arga.

BPost: Anda adalah lulusan dokter hewan UGM. Mengapa memilih mengabdikan diri sebagai dokter hewan di pusat rehabilitasi Orang utan Yayasan BOS di Kalimantan Tengah?

Arga: Saya suka tantangan mas, saya sejak kuliah memang tertarik ingin ke Kalimantan, karena banyak hutannya,  sehingga tahun 2011 saya bergabung dengan Pusat Rehabilitasi uwa-uwa di Muara Teweh selama dua tahun. Kemudian sempat ke Sumatera, Bali dan buka praktik sendiri. Mungkin karena saya minum air rawa gambut,  kemudian kembali ke Kalteng tahun 2013 bergabung di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyarumenteng selama delapan tahun.

Baca juga: Tempuh Perjalanan 19 Jam, Tiga Orangutan Hasil Penyelamatan Dilepas ke Hutan Katingan

Baca juga: Narkoba Kalteng, Petugas Patroli Amankan Enam Orang Warga Palangkaraya Diduga Pemakai Sabu

BPost: Saat ini dokter hewan sedang booming, karena saat ini minat orang memelihara binatang makin banyak,  bagaimana tanggapan Anda?

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved