Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021

Mitos-mitos Gerhana Bulan Total, Pernah Dimanfaatkan Christopher Columbus Menakuti Penduduk Jamaika

Gerhana bulan total akan bisa disaksikan lagi pada 26 Mei 2021. Ternyata banyak mitos Gerhana Bulan Total ini di sejumlah belahan dunia.

Penulis: Mariana | Editor: Anjar Wulandari
Daily Express
Ilustrasi Gerhana Bulan.Mitos-mitos Gerhana Bulan Total, Pernah Dimanfaatkan Christopher Columbus Menakuti Penduduk Jamaika 

Sinar matahari yang melewati atmosfer bumi menyebabkan atmosfer menyaring sebagian besar cahaya biru.

Hal ini mengakibatkan bulan, saat gerhana bulan total, tampak berwarna merah jika dilihat dari bumi. Biasanya, gerhana bulan berlangsung selama beberapa jam.

Setidaknya, dua gerhana bulan sebagian terjadi setiap tahun, sementara gerhana bulan total jarang terjadi.

Keindahan gerhana bulan total Bulan bisa berubah warna menjadi merah selama gerhana bulan total terjadi.

Ilmuwan NASA mengatakan, warna bulan bergantung pada jumlah debu dan atmosfer.

Tangkapan layar yang memperlihatkan letak Bulan pada setiap fase gerhana.
Tangkapan layar yang memperlihatkan letak Bulan pada setiap fase gerhana. (Linkspektor 1.14, Lapan Indonesia)

"Jika ada partikel ekstra di atmosfer, katakanlah letusan gunung berapi baru-baru ini, bulan akan tampak lebih gelap dengan warna merah," katanya, dilansir dari Space.com.

Gerhana bulan merupakan fenomena langit yang mudah diamati karena tidak memerlukan teleskop atau alat khusus lain untuk melihatnya.

Namun, dengan teropong atau teleskop, tampilan gerhana bulan akan tampak lebih detail.

Warna merah yang muncul saat gerhana bulan total tampak sangat indah dan seolah memancarkan nuansa magis.

Pada tahun 1504, Christopher Columbus pernah memanfaatkan gerhana berwarna merah untuk menakut-nakuti penduduk asli di Jamaika agar memberikan makan untuk ia dan kru kapalnya.

Columbus memiliki almanak yang meramalkan terjadinya gerhana bulan pada tanggal 29 Februari 1504.

Ia bertemu dengan kepala suku setempat dan mengatakan bahwa Dewa marah karena masyarakatnya tidak lagi memasok makanan.

Columbus mengatakan, untuk mengharapkan hukuman dari Dewa, akan terjadi bulan purnama yang tampak “menyala dan murka”.

Ketika gerhana bulan terjadi, penduduk Jamaika pun ketakutan. Mereka segera berlari mendatangi kapal untuk memberikan perbekalan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved