Breaking News:

Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021

Maklumat Sholat Gerhana Bulan 26 Mei 2021 PP Muhammadiyah, Begini Tata Cara dan Niat Sholat Khusuf

PP Muhammadiyah mengeluarkan maklumat untuk menjalankan sholat Gerhana Bulan 26 Mei 2021. Tata cara dan niat Sholat Khusuf bisa disimak di sini

Editor: Anjar Wulandari
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Ilustrasi Sholat Gerhana Bulan. PP Muhammadiyah mengeluarkan maklumat untuk menjalankan sholat Gerhana Bulan 26 Mei 2021. Sholat Khusuf dianjurkan berjemaah tanpa azan dan iqamah. 

18.27 WIB

19.27 WITA

20.27 WIT

Lokasi: Seluruh Indonesia

Akhir Sebagian

19.52 WIB

20.52 WITA

21.52 WIT

Lokasi: Seluruh Indonesia

Akhir Penumbra

20.51 WIB

21.51 WITA

22.51 WIT

Lokasi: Seluruh Indonesia

Baca juga: BACAAN Niat Sholat Gerhana Bulan Lengkap denganTerjemahan, Dikerjakan Saat GBT 26 Mei 2021

Baca juga: LAFADZ Niat Sholat Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021, Simak Tata Cara dan Waktu Mengerjakannya

Menurut Lapan, GBT yang beriringan dengan Hari Raya Waisak sudah beberapa kali terjadi dalam seabad terakhir, yakni pada 24 Mei 1990, 14 Mei 1938, 14 Mei 1957, 25 Mei 1975, dan 16 Mei 2003.

Lapan menyebutkan, fenomena serupa akan kembali terjadi pada 26 Mei 2040, 7 Mei 2050, 6 Mei 2069, 17 Mei 2087, dan 29 Mei 2106.

Sedangkan fenomena Bulan Super Merah yang beriringan dengan Hari Raya Waisak pernah terjadi sebanyak empat kali pada abad ke-19, yakni pada 10 Mei 1808, 21 Mei 1826, 1 Juni 1844, dan 21 Mei 1845.

Lapan mengatakan, fenomena tersebut akan berulang setiap 195 tahun sekali, dan akan kembali terjadi pada 10 Mei 2199, 21 Mei 2217, dan 16 Mei 2394.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebut fenomena astronomi itu beriringan dengan terjadinya Perige.

Perige adalah peristiwa bulan berada di jarak terdekat dengan bumi atau biasa disebut super moon.

Oleh sebab itu gerhana ini akan terlihat lebih besar.

Selain itu, Super Blood Moon ini akan tampak merah.

Warna merah itu berasal dari pembiasan cahaya Matahari oleh lapisan atmosfer Bumi.

Oleh karenanya, GBT kali ini disebut juga dengan Bulan Merah Super atau Super Blood Moon.

Tangkapan layar yang memperlihatkan letak Bulan pada setiap fase gerhana.
Tangkapan layar yang memperlihatkan letak Bulan pada setiap fase gerhana. (Linkspektor 1.14, Lapan Indonesia)

Maklumat PP Muhamadiyah

Disadur dari bisnis.com, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan maklumat Nomor 01/MLM/1.1/E/2021 tentang Salat Gerhana Bulan Rabu 14 Syawal 1442 Hijriah/26 Mei 2021 Masehi.

Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengumumkan seluruh wilayah Indonesia akan mengalami Gerhana Bulan Total dengan rincian waktunya:

1. Gerhana penumbral, 15:47 WIB, 16:47 WITA, dan 17:47 WIT.

2. Gerhana sebagian, 16:44 WIB, 17:44 WITA, dan 18:44 WIT.

3. Gerhana total, 18:11 WIB, 19:11 WITA, dan 20:11 WIT.

4. Tengah gerhana, 18:18 WIB, 19:18 WITA, dan 20:18 WIT.

5. Gerhana total berakhir, 18:25 WIB, 19:25 WITA, dan 20:25 WIT.

6. Gerhana sebagian berakhir, 19:52 WIB, 20:52 WITA, dan 21:52 WIT.

7. Gerhana penumbral berakhir, 20:49 WIB, 21:49 WITA, dan 22:49 WIT.

Islam mengajarkan bahwa Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan adalah peristiwa astronomi yang merupakan tanda-tanda kebesaran Allah.

Gerhana bulan juga tidak berkaitan dengan nasib buruk seseorang atau suatu negara.

Sejumlah peristiwa Gerhana Matahari telah terjadi di Indonesia, baik Gerhana Matahari Total, Gerhana Matahari Sebagian, Gerhana Matahari Cincin, Gerhana Bulan Total, maupun Gerhana Bulan Sebagian.

Dalam maklumat, PP Muhamadiyah menganjurkan salat gerhana dilaksanakan secara berjamaah, tanpa adzan, dan iqamah yang dilaksanakan dua rakaat.

Berikut urutan niat dan tata cara salat gerhana menurut PP Muhammadiyah:

Niat Salat Gerhana:

a. Niat salat sunnah gerhana berbarengan dengan takbiratul ihram: Ushalli Sunnata Kusufi Syamsi rak’ataini makmuman/imaaman lillahi ta’ala.

b. Imam menyerukan as-salatu jami‘ah

c. Takbiratulihram

d. Membaca doa iftitah

e. Membaca taawuz, basmalah lalu membaca surah al-Fatihah dan surah panjang dengan jahar

f. Rukuk, dengan membaca tasbih yang lama

g. Mengangkat kepala dengan membaca sami‘allahu li man hamidah, makmum membaca rabbana wa lakal-hamd

h. Berdiri tegak, lalu membaca al-Fatihah dan surah panjang* tetapi lebih pendek dari yang pertama

i. Rukuk, sambil membaca tasbih yang lama tetapi lebih singkat dari yang pertama.

j. Bangkit dari rukuk dengan membaca sami‘allahu li man hamidah, rabbana wa lakal-hamd

k. Sujud

l. Duduk di antara dua sujud

m. Sujud

n. Bangkit dari sujud, berdiri tegak mengerjakan rakaat kedua seperti rakaat pertama tanpa membaca doa iftitah.

o. Salam

Bacaan dan Sholat Gerhana Bulan

Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallahu Allahu akbar.

Dzikir dan doa yang dibacakan Nabi Sholallahu'alaihiwasallam termaktub di dalam surat Al-Hasyr ayat 24.

هُوَ اللّ هُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْن ى يُسَبِّحُ لَه مَا فِى السَّم و تِ وَالْاَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Artinya:

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah.

Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Selain berdoa dan berdzikir, umat muslim juga dianjurkan untuk melakukan sholat ketika terjadi gerhana.

Hal demikian juga tercantum dalam sebuah hardits yang artinya,

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo'alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044).

Sebagaimana dikutip dari Sripoku.com Bacaan Doa Dzikir Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021 Sesuai Sunnah Nabi Lengkap Arab, Latin dan Artinya, para ulama menjelaskan bahwa hukum dari sholat gerhana merupakan sunnah muakkad bagi laki-laki maupun perempuan.

Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan
Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan (Kicknews.today via tribunjogja)

Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Alias Sholat Khusuf

Disadur dari tribunstyle.com, Sholat gerhana bulan dan matahari disebut dengan sholat khusuf.

Seperti dikutip dari dari Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah oleh Ustaz M. Syukron Maksum disebutkan shalat gerhana adalah sholat sunah.

Meski waktu untuk melakukan sholat Gerhana bulan dimulai saat terjadi gerhana bulan sampai dengan bulan terbit muncul kembali atau sampai bulan tampak secara utuh.

Niat Sholat Gerhana bulan

Ushollii Sunnatal Khusuufi Rak’ataini Lillahi Ta’alaa.

Artinya: Saya niat shalat sunah Gerhana bulan dua rakaat karena Allah ta’ala.

Tata cara pelaksaan shalat Gerhana bulan:

Pelakasanaan shalat Gerhana bulan sama seperti shalat dua rakaat biasa atau shalat sunah yang lainnya.

Namun, pada shalat dua rakaat kali ini dilakukan dengan 4 kali membaca Al-Fatihah, 4 kali rukuk, 4 kali iktidal, dan 4 kali sujud.

Caranya adalah sebagai berikut:

- Setelah rukuk dan iktidal di rakaat pertama, shalat ini tidak langsung sujud, namun membaca Al-Fatihah dan surat atau ayat Al-Qur'an lagi.

- Setelah itu, rukuk dan iktidal seperti biasa.

- Kemudian iktidal yang kedua inilah sujud dilakukan.

- Untuk rakaat kedua juga sama dengan rakaat pertama.

Sehingga, jumlah Al-Fatihah, rukuk, dan iktidal dalam 2 rakaat shalat gerhana ini berjumlah 4 kali.

Dalam sholat gerhana bulan disunahkan untuk mengeraskan bacaan.

Lebih diutamakan untuk dikerjakan di masjid secara berjamaah.

Setelah sholat, imam membaca dua kali khutbah seperti khutbah pada shalat Jumat. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Maklumat PP Muhammadiyah tentang Salat Gerhana Bulan Rabu 14 Syawal 1442 Hijriah/26 Mei 2021 Masehi,

Sumber: Surya Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved