Breaking News:

Kampusiana

PKL di Bukit Pamaton, Mahasiswa Prodi Geografi FISIP ULM Temui Batuan Ofiolit  

Mahasiswa Program Studi Geografi FISIP ULM menemui batuan ofiolit yang sudah mengalami deformasi saat melaksanakan PKL di Gunung Pamaton, Banjar

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
Prodi Geografi FISIP ULM Banjarmasin untuk Bpost
Kegiatan PKL pengamatan profil tanah, tingkat kematangan gambut, dan metode pengambilan sampel tanah, Program Studi Geografi, FISIP ULM. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mahasiswa Program Studi Geografi FISIP ULM melaksanakan kegiatan rutin, yakni Praktek Kerja Lapangan (PKL) Mata Kuliah (Matkul) Geografi Tanah.

PKL itu meliputi kegiatan pengamatan profil tanah, tingkat kematangan gambut, dan metode pengambilan sampel tanah.

Pengamatan dilakukan secara terbatas, hanya melibatkan lima mahasiswa perwakilan Prodi Geografi dibantu Tim Dosen diantaranya Ir H Syaifuddin, MS, Ir Meldia Septiana, M.Si, dan Muhammad Efendi, M.Pd, serta melibatkan juga dua tenaga asisten Prodi Ilmu Tanah.

Lokasinya PKL propil tanah kali ini,  dilakukan di sekitar Bukit Pamaton Kabupaten Banjar.

Baca juga: Tingkatkan Kelahlian Ilmu Ukur Lahan, Mahasiswa Prodi Geografi FISIP ULM Gandeng BPN Kalsel

Baca juga: PKL Hidrologi, Mahasiswa Prodi Geografi FISIP ULM Ukur Debit Ruas Sungai di KPH Kayu Tangi

Baca juga: Mahasiswa Prodi Geografi FISIP ULM Amati Udara Atas Menggunakan Pilot Balon

Profil tanah merupakan suatu irisan melintang pada tubuh tanah yang menunjukkan susunan horizon tanah, dimulai dari permukaan tanah sampai lapisan bahan induk dibawahnya. 

Pengamatan profil tanah, dengan tujuan untuk mengetahui lapisan horizon, karakteristik tanah (tekstur, warna, pH dan perakaran tanah), dan menjadi sangat penting dilakukan untuk mengamati karakteristik tanah bagi setiap mahasiswa. 

Satu warisan geologi di kawasan tersebut yakni terdapatnya batuan ofiolit yang sudah mengalami deformasi yang cukup kuat, sehingga mineral-mineral tertentu mengalami proses ubahan.

"Sehingga masuk dalam kelompok batuan ultramafik yang tersingkap dari kerak samudra, diperkirakan 150 - 200 juta tahun," kata Koordinator Matkul Geografi Tanah ULM, Ir H Syaifuddin, MS, Salasa (25/5/2021).

Sementara itu, untuk Pengamatan tingkat kematangan gambut dilakukan di lokasi KPH Kayu Tangi, Kota Banjarbaru.

Dijelaskan Dosen Geografi Tanah Ir Meldia Septiana, M Si, bahwa kematangan gambut merupakan tingkat pelapukan bahan organik, yang sangat menentukan tingkat produktivitas lahan gambut. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved