Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Sempat Booming, Pedagang di Banjarmasin Ini Sebut Harga Ikan Cupang Terjun Bebas

Penjual ikan hias jenis cupang di Banjarmasin sebut saat booming bisa jual 7 ekor sehari seharga Rp 500 ribu seekor, kini 2-3 ekor harga Rp 50 ribu.

BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Penjual ikan hias jenis cupang di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keuntungan penjualan ikan cupang yang dinikmati pedagang , termasuk Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kini cenderung mengalami penurunan.

Penurunan omset semakin terasa setelah Lebaran. Secara persentase penurunan penjualan ikan cupang merosot tajam hingga 70 persen.

Tak pelak, para pedagang ikan cupang dan pembudidaya harus banyak bersabar karena penghasilan tak bisa lagi seperti sebelumnya. 

Seperti yang diungkapkan Suryawan, pembudidaya cupang jenis premium di Jalan Pramuka, Banjarmasin Timur,  Kota Banjarmasin, Kalsel. Saat booming, dalam sehari dirinya bisa menjual hingga 30 ekor.

Baca juga: Pehobi Ikan Hias di Banjarmasin ini Empat Tahun Mengoleksi Ikan Predator, Sempat Beli dari Nelayan

Baca juga: Tempat Budidaya Ikan Hias di Banjarmasin Ini Juga Sediakan Aquascape dan Peralatan Akuarium

"Sekarang, terjual 2-3 ekor saja sudah syukur. Begitu juga berjualan di pasar, seminggu empat kali ke pasar-pasar dan hasilnya jauh dari harapan, paling banyak 7 ekor yang laku itu yang kategori cupang biasa harga Rp 10 ribuan per ekor," ungkapnya kepada Banjarmasinpost.co.di. 

Adapun cupang kategori premium yang harganya ratusan ribu, kini harganya tak bisa lagi membuat pedagang tersenyum. Jika sebelumnya bisa terjual Rp 500 ribu seekor, saat ini malah Rp 50 ribu saja. 

Menurut Suryawan, surutnya omset ini tak lepas dari semakin ketatnya persaingan pedagang dan pembudidaya. Bahkan ada yang menjual cupang indukan secara murah. 

"Selain itu, adanya penurunan keperluan masyarakat. Jika sebelumnya masa pandemi banyak disalurkan ke hobi ke ikan hias, sekarang uangnya lebih dibelanjakan untuk keperluan lain," lontarnya.

Baca juga: Pembudidaya Ikan Hias Banjarmasin Ini Berbagi Tips Memelihara Ikan Hias di Rumah

Baca juga: Bisnis Ikan Hias di Banjarmasin Ikut Terdampak Covid-19, Omset Turun 50 Persen

Hal senada diutarakan Dimas, pedagang cupang. "Ya, beginilah dinamikanya. Kemarin ramai sekali penjualannya, sekarang terjun bebas. Tapi mau bagaimana lagi. Harus terus dijalani. Mudahan saja kembali ramai," tukasnya. 

Selain berjualan di pasar-pasar, Dimas juga berjualan secara online. Dan sama-sama sedang ketat bersaing, apalagi secara online begitu banyak pesaingnya. 

Ikan cupang yang jenisnya antara lain avatar gold, avatar nemo, red koi, fancy, hingga multicolor, merupakan salah satu  buruan para pecinta ikan hias.

Koi di satu tempat penjualan ikan hias di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (15/2/2021).
Koi di satu tempat penjualan ikan hias di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (15/2/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA)

Selain harga yang terjangkau, jenis ikan cupang juga memiliki warna yang begitu beragam dan menarik mata memandang.

Maka tak heran, banyak orang berusaha meraup rupiah dengan cara menjadi pembudidaya cupang.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved