Breaking News:

Kampusiana

VIDEO :  DPD RI ke ULM Banjarmasin, Bahas Amandemen Ke-5 Calon Presiden Perseorangan

Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti beserta rombongan berkunjung ke Fakultas Hukum, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo

 BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti beserta rombongan berkunjung ke Fakultas Hukum, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Di ULM, DPD RI  menghadiri Focus Group Discussion (FGD) dengan tema amandemen ke 5 Calon Presiden Perseorangan dan Presedential Threshold.

Ketua komite satu DPD RI, Fahrul Razi yang juga senator perwakilan Aceh mengatakan, kunjungan tersebut mereka lakukan dalam rangka gerakan dukungan, serta menyerap informasi terkait amandemen ke 5 Calon Presiden Perseorangan dan Presedential Threshold.

Karena menurutnya saat ini DPD memiliki kepentingan besar terhadap amandemen konstitusi, terkait dengan sejumlah pasal yang menyangkut dengan kewenangan di DPD RI.

"Salah satunya adalah berbicara mengenai Presedential Threshold, di mana yang boleh mengusulkan presiden adalah DPR partai politik, sementara DPD yang memiliki suara lebih besar, kehilangan hak kedaulatan suara," katanya. Senin (24/5/2021).

Sementar itu Rektor ULM Prof Dr H Sutarto Hadi menyambut baik kedatangan DPD RI, guna membahas amandemen ke 5.

Sebab menurutnya hal itu hal itu merupakan isu penting, bila dikaitkan dengan momen Pilpres 2024.

"Sementara ini memang disinyalir oleh banyak pihak hak kita sebagai warga negara tidak tersalurkan, karena memiliki pilihan tapi tidak bisa dipilih, karena tidak ada jalur perseorangan," ujarnya.

Sebagai akademisi, Sutarto mengaku sangat mendukung sepenuhnya atas usaha yang dilakukan oleh DPD RI tersebut.

"Karena dengan demikian kita bisa memilih putra-putri terbaik untuk berkompetisi dalam pemilihan Presiden dan wakil Presiden, yang selama ini memang dikuasai oleh partai politik," ucapnya.

Sutarto mengungkapkan pentingnya ada calon Presiden dan Wakil Presiden dari jalur perseorangan, karena partai politik tidak terlalu mengakar di masyarakat.

"Kita semua tahu, dan harus saya katakan parpol Selama ini kita lihat tidak terlalu kuat mengakar di tengah-tengah masyarakat, dan juga sementara ini pemerintahan dibentuk oleh parpol," jelasnya.

(banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved