Breaking News:

PSU Pilgub Kalsel

PSU Pilgub Kalsel, KPU Minta Paslon Tak Pasang Spanduk, Bawaslu Terima 18 Laporan Pelanggaran

Ramainya spanduk jelang PSU Pilgub Kalsel mendapat tanggapan KPU Kalsel yang meminta para Paslon untuk tak memasang atribut berbau kampanye

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/milna sari
komisioner KPU Kalsel divisi penanganan hukum Nur Zazin 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ramainya perdebatan terkait spanduk yang dipasang oleh tim pasangan calon jelang PSU Pilgub Kalsel, terang Komisioner KPU Kalsel divisi penanganan hukum, Nur Zazin Rabu (26/5/2021) harus dihentikan.

Pasalnya selama PSU Pilgub Kalsel, Paslon diminta agar tak memasang apapun yang mengandung unsur kampanye ataupun spanduk yang menimbulkan perpecahan.

Ia berharap pada PSU Pilgub Kalsel, Paslon bisa mengendalikan pemilih dan warga agar pada pencoblosan 9 Juni nanti masyarakat bisa datang ke TPS untuk memilih.

"KPU juga akan sosialisasi bahkan melalui spanduk agar pada 9 Juni pemilih datang ke TPS dan ikut menjaga kesuksesan PSU," tambahnya.

Baca juga: PSU Pilgub Kalsel, Bawaslu Tapin Temukan 40 Orang Meninggal Masuk Daftar Pemilih

Baca juga: DPW PKS Kunjungi DPD Partai Golkar, Bahas Persiapan Jelang PSU Pilgub Kalsel

Terkait spanduk yang beredar di masyarakat misalnya spanduk ambil duitnya jangan cucuk orangnya jelas menjadi ranah Bawaslu Kalsel.

"Pengawasan spanduk kita serahkan ke Bawaslu," ujar Zazin.

Sementara Ketua Bawaslu Kalsel, Erna Kasypiah membeberkan sejak awal ditetapkan PSU oleh Mahkamah Konstitusi ada 18 laporan pelanggaran yang masuk ke Bawaslu Kalsel.

"Kalau putusan yang direkomendasikan ke KPU atau dihentikan ada tiga kasus terkait administrasi, dan dihentikan karena tidak memenuhi unsur, dan empat kasus masih dalam proses," ujar Erna.

Selebihnya kasus sudah tertangani atau selesai.

Baca juga: 26 Peserta Seleksi Calon Taruna Akpol Polda Kalsel Capai Pemeriksaan Kesehatan Tahap II

Baca juga: Distanhortibun Tala Serahkan Alat Perontok Jagung, Petani Diminta Pacu Produksi

Mayoritas laporan yang masuk ke Bawaslu Kalsel jelasnya adalah dugaan politik uang, kampanye di luar jadwal, dan netralitas ASN.

"Kalau netralitas ASN tidak begitu banyak, rata-rata dugaan pelanggaran PSU," tambahnya.

Seperti diketahui PSU Pilgub Kalsel akan digelar 9 Juni nanti dengan dua pasangan calon yakni nomor urut 01, Sahbirin Noor dan Muhidin, nomor urut 02 Denny Indrayana dan Difriadi.

PSU akan digelar di tiga kabupaten kota yakni Banjarmasin, Banjar dan Tapin atau di tujuh kecamatan, 107 desa dan kelurahan, 827 TPS.

Banjarmasinpost.co.id/Milna

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved